Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalimantan Timur (Kaltim) Fitriansyah mengatakan pihaknya tengah mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi melalui pengembangan Rumah Inovasi Daerah.
“Meski masih berupa gagasan yang terus kami sempurnakan, kami ingin mewujudkan Rumah Inovasi ini semaksimal mungkin agar mampu menjadi pusat kolaborasi dan akselerasi inovasi daerah,” ujarnya alam Forum Koordinasi, Sinkronisasi dan Konsultasi Publik 2026 yang digelar secara daring, Kamis, 4 Juni 2026.
Fitriansyah menjelaskan, forum tersebut menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah dalam bidang riset dan inovasi, termasuk tantangan pendanaan yang disampaikan sejumlah kabupaten dan kota.
“Beberapa perwakilan kabupaten dan kota juga telah menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk terkait pendanaan riset dan inovasi di Kabupaten Mahakam Ulu. Hal ini menjadi catatan penting bagi Brida Kaltim karena kami memiliki amanat untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada Brida maupun perangkat daerah di kabupaten dan kota,” jelasnya.
Ia berharap Rumah Inovasi Daerah yang tengah disiapkan Brida Kaltim ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi yang mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor ekonomi dan pelayanan publik.
“Meskipun saat ini pemerintah menghadapi tantangan efisiensi anggaran, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan kondisi keuangan yang ada,” terangnya.
Forum yang mengangkat tema “Rumah Inovasi untuk Mendukung Pertumbuhan Daerah yang Berkualitas” tersebut juga menghadirkan Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah, Wiwiek Joelijani.
“Melalui forum ini kami berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar hasil riset dapat dihilirisasi menjadi program, kebijakan, maupun produk inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

