Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Rampung, DPR Pasang Target 15 Desember

    Agustus 29, 2026

    Parkir Teras Samarinda Jadi Potensi PAD, Jasno Dorong Sistem Portal

    Agustus 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Plaza 21 Citra Niaga Jadi Kantong Parkir

    Agustus 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Dishub Samarinda Nilai Transportasi Umum Jadi Solusi Kemacetan, Kajian Masih Dimatangkan
    Samarinda

    Dishub Samarinda Nilai Transportasi Umum Jadi Solusi Kemacetan, Kajian Masih Dimatangkan

    RidhoBy RidhoMaret 27, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, saat ditemui awak media dikantornya (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menilai pengembangan transportasi umum menjadi solusi paling rasional untuk mengatasi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan kapasitas jalan di Kota Tepian.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda Boy Leonardo Sianipar mengatakan, kondisi eksisting saat ini sudah cukup menjadi dasar bahwa transportasi umum diperlukan di Samarinda. Namun, hingga kini kajian mendalam terkait implementasinya masih terus disiapkan

    “Dengan kondisi sekarang, ketika jumlah kendaraan tidak berbanding lurus dengan ruas jalan yang tersedia, salah satu solusi paling masuk akal adalah transportasi umum,” ujarnya, 27 Maret 2026.

    Secara sederhana, penggunaan transportasi umum mampu menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan. Misalnya, satu unit bus dapat mengangkut puluhan penumpang sekaligus.

    “Kalau satu bus bisa mengangkut 40 orang, berarti ada 40 kendaraan yang bisa kita kurangi di jalan. Itu hitungan logisnya,” jelasnya.

    Meski demikian, Boy mengakui bahwa kajian lebih rinci terkait jenis moda transportasi yang akan digunakan masih belum final. Dishub masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan konsep yang tepat.

     

    “Untuk hitungan lebih terperinci termasuk moda transportasi yang akan digunakan, nanti akan ada kajian lanjutan,” katanya.

    Ia juga menyebutkan hingga saat ini Dishub belum melakukan studi tiru secara langsung ke daerah lain seperti Jakarta. Hal ini dikarenakan perbedaan kondisi infrastruktur dan karakteristik masyarakat.

    “Kita harus mempertimbangkan struktur jalan dan karakteristik masyarakat di Samarinda. Tidak bisa disamakan dengan kota seperti Jakarta yang sudah terintegrasi,” ungkapnya.

    Dari sisi investasi, pengembangan transportasi umum tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, melainkan sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

    “Pemerintah tidak serta-merta mencari keuntungan atau mengejar BEP, tapi lebih kepada penyediaan fasilitas publik. Namun, investor tentu akan berhitung dan cermat sebelum masuk,” jelasnya.

    Terkait moda transportasi yang dinilai paling efektif, Dishub mengarah pada penggunaan bus dengan kapasitas besar. Bahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan bus berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan.

    “Kalau ditanya yang efektif, tetap bus karena daya tampungnya besar. Ke depan mungkin juga mengarah ke bus listrik, tapi itu perlu didukung fasilitas seperti tempat pengisian dan pool,” terangnya.

    Ia menambahkan, kesiapan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Pemerintah harus memastikan masyarakat bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

    “Jangan sampai sudah disiapkan, tapi masyarakat tidak mau beralih dan tetap memilih kendaraan pribadi. Itu yang harus menjadi perhatian,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Rampung, DPR Pasang Target 15 Desember

    Andika SaputraAgustus 29, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – PDI Perjuangan menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang…

    Parkir Teras Samarinda Jadi Potensi PAD, Jasno Dorong Sistem Portal

    Agustus 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Plaza 21 Citra Niaga Jadi Kantong Parkir

    Agustus 29, 2026

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,305 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.