Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bangunan Terdampak Penataan Sungai Berpeluang Dapat Ganti Untung

    Juni 9, 2026

    Kejari Samarinda Dalami Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemkot di Palaran

    Juni 9, 2026

    Gandeng Kejari Pemkot Samarinda Telusuri Dugaan Pemanfaatan Ilegal Lahan 30 Hektare di Palaran

    Juni 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Dishub Samarinda Nilai Transportasi Umum Jadi Solusi Kemacetan, Kajian Masih Dimatangkan
    Samarinda

    Dishub Samarinda Nilai Transportasi Umum Jadi Solusi Kemacetan, Kajian Masih Dimatangkan

    RidhoBy RidhoMaret 27, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, saat ditemui awak media dikantornya (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menilai pengembangan transportasi umum menjadi solusi paling rasional untuk mengatasi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dan kapasitas jalan di Kota Tepian.

    Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda Boy Leonardo Sianipar mengatakan, kondisi eksisting saat ini sudah cukup menjadi dasar bahwa transportasi umum diperlukan di Samarinda. Namun, hingga kini kajian mendalam terkait implementasinya masih terus disiapkan

    “Dengan kondisi sekarang, ketika jumlah kendaraan tidak berbanding lurus dengan ruas jalan yang tersedia, salah satu solusi paling masuk akal adalah transportasi umum,” ujarnya, 27 Maret 2026.

    Secara sederhana, penggunaan transportasi umum mampu menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan. Misalnya, satu unit bus dapat mengangkut puluhan penumpang sekaligus.

    “Kalau satu bus bisa mengangkut 40 orang, berarti ada 40 kendaraan yang bisa kita kurangi di jalan. Itu hitungan logisnya,” jelasnya.

    Meski demikian, Boy mengakui bahwa kajian lebih rinci terkait jenis moda transportasi yang akan digunakan masih belum final. Dishub masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan konsep yang tepat.

     

    “Untuk hitungan lebih terperinci termasuk moda transportasi yang akan digunakan, nanti akan ada kajian lanjutan,” katanya.

    Ia juga menyebutkan hingga saat ini Dishub belum melakukan studi tiru secara langsung ke daerah lain seperti Jakarta. Hal ini dikarenakan perbedaan kondisi infrastruktur dan karakteristik masyarakat.

    “Kita harus mempertimbangkan struktur jalan dan karakteristik masyarakat di Samarinda. Tidak bisa disamakan dengan kota seperti Jakarta yang sudah terintegrasi,” ungkapnya.

    Dari sisi investasi, pengembangan transportasi umum tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, melainkan sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

    “Pemerintah tidak serta-merta mencari keuntungan atau mengejar BEP, tapi lebih kepada penyediaan fasilitas publik. Namun, investor tentu akan berhitung dan cermat sebelum masuk,” jelasnya.

    Terkait moda transportasi yang dinilai paling efektif, Dishub mengarah pada penggunaan bus dengan kapasitas besar. Bahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan bus berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan.

    “Kalau ditanya yang efektif, tetap bus karena daya tampungnya besar. Ke depan mungkin juga mengarah ke bus listrik, tapi itu perlu didukung fasilitas seperti tempat pengisian dan pool,” terangnya.

    Ia menambahkan, kesiapan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Pemerintah harus memastikan masyarakat bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

    “Jangan sampai sudah disiapkan, tapi masyarakat tidak mau beralih dan tetap memilih kendaraan pribadi. Itu yang harus menjadi perhatian,” pungkasnya.

    Boy Leonardo Sianipar LLJ tranportasi umum
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Masih Berbelit, Pengusaha Minta Penyederhanaan Perizinan Reklame

    Juni 4, 2026

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026

    DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus

    Juni 1, 2026

    Di Balik Layar Ada Manusia, Dosen Ilkom Ingatkan Nilai Pancasila di Ruang Digital

    Juni 1, 2026

    Pancasila Tak Hanya Pemersatu Bangsa, tetapi Fondasi Perdamaian Global

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bangunan Terdampak Penataan Sungai Berpeluang Dapat Ganti Untung

    SittiJuni 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Warga yang terdampak penataan kawasan sempadan sungai di Samarinda berpeluang mendapatkan kompensasi…

    Kejari Samarinda Dalami Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemkot di Palaran

    Juni 9, 2026

    Gandeng Kejari Pemkot Samarinda Telusuri Dugaan Pemanfaatan Ilegal Lahan 30 Hektare di Palaran

    Juni 9, 2026

    Jogging Usai Hujan Jadi Favorit Banyak Orang, Ini Alasannya

    Juni 9, 2026

    Jangan Lupakan Budaya di Tengah Gempuran Gadget

    Juni 9, 2026
    1 2 3 … 3,133 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.