Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    September 21, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    Harga Sawit Kaltim Menguat, Pendapatan Petani Berpeluang Naik

    September 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan
    Pemerintah

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, saat diwawancarai awak media. (Foto : Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana pengembangan layanan angkutan taksi di Kota Samarinda tak langsung disambut dengan penambahan armada. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda terlebih dahulu akan mengkaji kebutuhan masyarakat serta keseimbangan antara jumlah penumpang dan armada yang tersedia.

    Kepala Dishub Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, pembahasan terkait layanan Blue Bird perlu mempertimbangkan aspek sosial maupun teknis, khususnya kajian supply dan demand transportasi.

    Hal itu disampaikannya usai rapat terkait layanan Blue Bird di Balai Kota Samarinda, Senin 21 September 2026.

    “Ini harus dipertimbangkan supply (penawaran) dan demand-nya (permintaan) yang terkait dengan kebutuhan berapa armada yang bisa kita rekomendasikan,” kata Manalu.

    Menurutnya, kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah armada yang ideal berdasarkan kebutuhan masyarakat. Jika jumlah armada yang disediakan terlalu banyak dibandingkan permintaan penumpang, kondisi tersebut justru berpotensi menambah beban lalu lintas di ruas jalan.

    “Jangan sampai nanti supply-nya lebih banyak daripada demand. Akhirnya menambah beban kinerja ruas jalan,” ujarnya.

    Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 117 Tahun 2018, terdapat penyelenggaraan angkutan orang tidak dalam trayek yang mencakup layanan seperti taksi berbasis argometer maupun angkutan sewa khusus (ASK).

    Namun, sebelum menentukan kebutuhan armada, Dishub Samarinda masih perlu melihat kondisi transportasi yang berjalan saat ini. Ia menyebut layanan taksi argometer yang sebelumnya pernah tersedia di Samarinda kini sudah tidak beroperasi seperti dahulu.

    “Kalau angkutan taksi argometer sekarang ini yang ada hanya dari Bandara APT Pranoto ke rumah. Kalau yang sifatnya argometer saat ini belum ada. Dulu ada, tapi sekarang sudah enggak ada lagi,” jelasnya.

    Karena itu menurut Manalu, rencana kehadiran kembali layanan taksi perlu dikaji secara matang agar sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

    “Demand masyarakat itu berapa, sehingga kita bisa menentukan supply, menentukan armada yang ideal,” katanya.

    Selain taksi dan angkutan sewa khusus, Dishub Samarinda juga menekankan pentingnya pengembangan angkutan umum dalam trayek sebagai bagian dari visi transportasi kota ke depan.

    “Visi ke depannya adalah tersedianya public transport,” ucap Manalu.

    Ia menegaskan, karakteristik angkutan tidak dalam trayek berbeda dengan angkutan umum dalam trayek. Menurutnya, pengembangan transportasi publik dalam trayek menjadi salah satu hal yang lebih utama untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Samarinda.

    “Angkutan tidak dalam trayek itu bisa bersifat taksi dan ASK. Tetapi yang lebih utama adalah angkutan dalam trayek yang sifatnya public transport,” pungkasnya.

    Blue Bird Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu Transportasi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026

    Dugaan Tambang Emas Masif Ancam Sumber Air Warga, Pemerintah Siapkan Operasi Senyap

    September 21, 2026

    Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN 2026, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam

    September 20, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    Ratu ArifanzaSeptember 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana pengembangan layanan angkutan taksi di Kota Samarinda tak langsung disambut dengan…

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    Harga Sawit Kaltim Menguat, Pendapatan Petani Berpeluang Naik

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    September 21, 2026
    1 2 3 … 3,355 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.