Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    September 21, 2026

    Distribusi Seragam Gratispol Terkendala Cuaca, 20 Persen Paket Masih Menunggu Pelayaran

    September 21, 2026

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Dugaan Tambang Emas Masif Ancam Sumber Air Warga, Pemerintah Siapkan Operasi Senyap
    Pemerintah

    Dugaan Tambang Emas Masif Ancam Sumber Air Warga, Pemerintah Siapkan Operasi Senyap

    AminahBy AminahSeptember 21, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Pertambangan Emas di Kaltim
    Teks: Teks: Aktivitas alat berat di kawasan hutan lindung Paser (Foto: Dok/Jatam Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman pencemaran sumber air membayangi warga di sejumlah desa di Kecamatan Muara Samu dan wilayah sekitar kawasan hutan lindung di Kabupaten Paser.

    Aktivitas pertambangan yang disebut semakin masif dikhawatirkan tidak hanya merusak kawasan hutan, tetapi juga mencemari sumber air yang digunakan masyarakat.

    Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim mencatat kegiatan yang sebelumnya berlangsung secara manual sejak pertengahan 2025 kini disebut telah berkembang menjadi penambangan berskala besar.

    Sebanyak 75 unit excavator kelas 20 ton atau PC200 disebut terdeteksi beroperasi di kawasan hutan lindung wilayah Kecamatan Batu Sopang.

    Ancaman terbesar tidak hanya berasal dari pengerukan kawasan menggunakan alat berat. Jatam juga menyebut adanya dugaan pengolahan emas menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida yang berpotensi mencemari ekosistem air di sekitar lokasi aktivitas.

    Keluhan mengenai air yang diduga tercemar juga telah diterima pemerintah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi mengatakan laporan mengenai aktivitas tersebut tidak hanya datang dari satu sumber.

    “Banyak yang laporan. Makanya kami minggu ini segera membentuk tim ke lapangan,” kata Rusmadi saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin 21 September 2026.

    Pemerintah kini menyiapkan penanganan bersama aparat penegak hukum. Rapat koordinasi telah dilakukan dengan unsur Gakkum, kepolisian, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta Dinas Kehutanan. Dinas Lingkungan Hidup juga akan dilibatkan untuk menangani aspek pencemaran lingkungan.

    Namun, pemerintah memilih tidak mengumumkan secara terbuka waktu pelaksanaan operasi. Strategi tersebut sengaja diambil untuk mencegah alat berat dan peralatan pertambangan dipindahkan sebelum petugas tiba di lokasi.

    “Ini tidak boleh ribut. Harus senyap. Kalau ribut, saya yakin alat-alat itu akan keluar,” ujarnya.

    Rusmadi mengatakan pemerintah menginginkan penindakan dilakukan ketika aktivitas pertambangan masih berlangsung sehingga aparat dapat mengamankan pelaku maupun barang bukti di lapangan.

    “Kita maunya tangkap tangan. Karena Gakkum ada, penindaknya ada. Kami nanti dari Polhut kumpulkan berapa orang, kemudian sinergi kapan kita melakukan tindakan,” katanya.

    Persoalan menjadi semakin serius karena aktivitas tersebut disebut telah berdampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan. Rusmadi mengatakan warga melaporkan kondisi air yang kotor dan tidak lagi dapat dinikmati seperti sebelumnya.

    “Berpengaruh pada masyarakat, lingkungannya. Katanya tidak lagi bisa menikmati airnya, katanya kotor, itu pencemaran,” ujarnya.

    Meski demikian, pemerintah belum memastikan siapa pelaku di balik aktivitas tersebut. Rusmadi menegaskan informasi mengenai asal-usul maupun pihak yang diduga berada di belakang kegiatan tidak boleh disimpulkan sebelum ada temuan langsung di lapangan.

    “Kita tidak boleh mengatakan begitu, nanti tidak ada bukti. Yang jelas ini saya minta jangan ribut,” katanya.

    Dari sisi kewenangan, penanganan aktivitas di kawasan hutan berada pada ranah penegakan hukum lingkungan dan kehutanan. Dinas Kehutanan Kaltim menyatakan akan mendukung proses tersebut melalui pengawasan wilayah dan personel di lapangan.

    “Kalau kawasan itu tugasnya Gakkum. Kami sebagai Dinas Kehutanan mari kita bersama-sama mengatasinya,” ujar Rusmadi.

    Pemerintah menargetkan tim gabungan segera turun ke lokasi bersama unsur kepolisian. Penanganan akan mencakup pemeriksaan aktivitas di kawasan hutan, aspek pencemaran lingkungan, serta kemungkinan penindakan apabila ditemukan pelanggaran dan pelaku.

    Rusmadi mengaku terkejut setelah menerima laporan mengenai skala aktivitas yang disebut telah berkembang besar. Ia memastikan persoalan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa pemeriksaan lapangan.

    “Yang jelas ada laporan seperti itu, kita tidak bisa diamkan. Kita segera tindaklanjuti,” tegasnya.

    Dishut Kaltim Jatam Pertambangan Emas Rusmadi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026

    Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN 2026, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam

    September 20, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Mahakam Surut dan Kabut Asap Menebal, KSOP Perketat Imbauan Pelayaran

    September 18, 2026

    Kunjungan Anak Muda ke Perpustakaan Kaltim Meningkat, Koleksi Buku Masih Terbatas

    September 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    AminahSeptember 21, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung Insitekaltim, Samarinda – Sesak napas saat melakukan…

    Distribusi Seragam Gratispol Terkendala Cuaca, 20 Persen Paket Masih Menunggu Pelayaran

    September 21, 2026

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026

    Dugaan Tambang Emas Masif Ancam Sumber Air Warga, Pemerintah Siapkan Operasi Senyap

    September 21, 2026

    Anggaran Terbatas, Pembinaan Olahraga Samarinda Tetap Jalan Lewat Kolaborasi

    September 21, 2026
    1 2 3 … 3,354 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.