Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul jumlah titik panas di wilayahnya.
Berdasarkan data BMKG, terdapat 134 titik panas di Kaltim hingga Kamis 17 September 2026. Sementara itu, catatan BNPB menunjukkan luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 5.000 hektare.
Rudy mengatakan, meski Kaltim belum masuk dalam enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat terkait karhutla, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi. Terlebih, kondisi sungai dan lahan di sejumlah wilayah masih sangat kering.
“Masih banyak, tetapi masih lebih baik dibandingkan dengan enam provinsi yang hari ini terjadi,” ujar Rudy saat diwawancarai media usai memimpin briefing Pemprov Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin 21 September 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, Rudy mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar.
Ia juga menegaskan, pembukaan lahan baru diminta untuk ditunda hingga musim penghujan tiba. Menurutnya, kondisi saat ini berisiko memperparah kebakaran dan dampak asap yang ditimbulkan.
“Untuk pembukaan lahan baru diberikan izin oleh Kemendagri setelah nanti masuk musim penghujan. Kalau sekarang jangan dulu, karena dampaknya hari ini darurat,” tegasnya.
Rudy berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi titik-titik panas yang tersebar di wilayah Kaltim. Ia juga mengajak seluruh pihak bekerja sama dalam mencegah kebakaran agar tidak semakin meluas.
“Pemerintah provinsi perlu terus mengantisipasi perkembangan karhutla, mengingat kondisi lahan yang masih kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran,” tandasnya.

