Insitekaltim, Samarinda – Meski tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan program keluarga berencana (KB), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Mualimin menegaskan, seluruh layanan kesehatan yang diberikan selama ini berbasis pada kesehatan keluarga.
Karenanya, Momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.
Jaya mengatakan, konsep pelayanan kesehatan saat ini mengacu pada transformasi sistem kesehatan yang menitikberatkan pada pendekatan siklus hidup (life cycle), mulai dari masa pranikah hingga lanjut usia.
“Pelayanan kesehatan itu berbasis keluarga. Semua tahapan kehidupan, mulai ibu hamil, bayi baru lahir, balita, remaja, dewasa hingga lansia menjadi fokus pelayanan kami,” ujarnya kepada media di Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Jaya, kelompok yang paling rentan terhadap masalah kesehatan adalah ibu hamil, anak-anak, perempuan, dan lansia.
Karena itu, penguatan kesehatan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai program keluarga berencana, tidak hanya berkaitan dengan pengaturan jumlah anak. Tapi juga dimulai sejak perencanaan kehamilan yang sehat, melalui pemeriksaan calon pengantin.
“KB sangat penting karena semuanya diawali dengan perencanaan keluarga. Setiap calon pengantin wajib menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas sebelum menikah,” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan melakukan berbagai skrining, mulai dari status gizi, kadar hemoglobin (HB). Hingga pemeriksaan penyakit yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi saat kehamilan.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah ukuran lingkar lengan atas calon pengantin perempuan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kurang dari 21 sentimeter, pasangan dianjurkan menunda kehamilan. Hingga kondisi gizinya membaik, karena berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah maupun stunting, akibat kecukupan nutrisi yang belum baik.
Selain itu, calon pengantin juga diwajibkan menjalani vaksinasi tetanus sebagai langkah pencegahan infeksi saat proses persalinan.
“Semua dilakukan, Jadi pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi ini sangat penting untuk melahirkan generasi yang sehat sejak awal,” pungkas Jaya.

