Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Dinkes Kaltim Perkuat Skrining dan Pengobatan Terhadap Masyarakat yang Terpapar HIV
    Kesehatan

    Dinkes Kaltim Perkuat Skrining dan Pengobatan Terhadap Masyarakat yang Terpapar HIV

    IraBy IraJuli 11, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Langkah menekan penularan, sekaligus memastikan orang dengan HIV (ODHIV) dapat menjalani hidup sehat tanpa stigma.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat penanggulangan HIV melalui skrining terhadap kelompok berisiko, perluasan akses pengobatan, serta edukasi kepada masyarakat.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin, mengatakan, penanganan HIV dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai lembaga. Seperti Yayasan Penabulu, Global Fund, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

    “Program HIV kami lakukan bersama berbagai mitra. Salah satunya melalui skrining terhadap kelompok yang memiliki risiko terpapar HIV. Agar kasus bisa ditemukan lebih dini dan segera mendapatkan pengobatan,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 10 Juli 2026.

    Menurut Jaya, setiap individu yang memiliki faktor risiko dianjurkan menjalani pemeriksaan HIV. Jika hasilnya positif, pasien akan segera diberikan terapi antiretroviral (ART). Ini terbukti mampu menekan jumlah virus di dalam tubuh serta meningkatkan sistem kekebalan.

    Ia menjelaskan, dengan kepatuhan menjalani terapi, orang dengan HIV dapat hidup sehat. Layaknya masyarakat pada umumnya dan memiliki risiko penularan yang sangat rendah.

    “Obat ART dapat menurunkan jumlah virus di dalam darah hingga sangat rendah, bahkan tidak terdeteksi, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh penderita,” katanya.

    Selain pengobatan, Dinkes Kaltim juga terus meningkatkan penemuan kasus baru melalui skrining aktif terhadap kelompok berisiko agar penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi AIDS.

    Jaya juga mengingatkan masyarakat, agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV. Menurutnya, penderita yang rutin menjalani pengobatan tidak serta-merta menularkan virus kepada orang lain.

    “Kalau mereka diobati secara teratur, risiko penularannya sangat kecil. Karena itu tidak boleh ada diskriminasi terhadap orang dengan HIV,” tegasnya.

    Ia menambahkan, penularan HIV berbeda dengan penyakit menular melalui udara seperti tuberkulosis (TB). HIV tidak menular melalui kontak biasa, melainkan melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu ke anak tanpa pencegahan.

    Karena itu, Jaya mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat, setia kepada pasangan, serta tidak ragu melakukan pemeriksaan apabila merasa memiliki faktor risiko.

    “Yang paling penting adalah deteksi dini dan segera berobat. Dengan pengobatan yang tepat, orang dengan HIV tetap bisa hidup sehat dan produktif,” pungkasnya.

     

    Dinkes Kaltim HIV Jaya Mualimin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Festival Merah Putih Kaltim Sediakan CKG, Warga Untuk Periksa Kesehatan Dasar

    Agustus 22, 2026

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 15 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membukukan…

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.