Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    Mei 20, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular
    Kesehatan

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    SittiBy SittiMei 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menghimbau masyarakat tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai karena berpotensi mencemari lingkungan dan memicu penyakit menular (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengingatkan masyarakat agar tidak membuang limbah hewan kurban sembarangan, terutama ke sungai.

    Limbah pemotongan seperti darah, isi perut, hingga kotoran hewan dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan memicu penyebaran penyakit menular.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, persoalan limbah kurban kerap muncul setiap momentum Iduladha, terutama di kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.

    Kebiasaan mencuci jeroan maupun membuang sisa pemotongan langsung ke sungai dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

    “Kalau kotoran sapi atau limbah pemotongan masuk ke sungai, itu bisa menyebabkan bakteri seperti E. coli menyebar ke mana-mana. Akibatnya masyarakat bisa diare dan terkena penyakit lainnya,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.

    Pengelolaan limbah kurban harus menjadi perhatian bersama, baik panitia pemotongan maupun masyarakat umum. Apalagi saat Iduladha, aktivitas penyembelihan hewan meningkat drastis dalam waktu singkat.

    Selain persoalan limbah, Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pemotongan dan pengolahan daging kurban agar tidak menimbulkan kontaminasi bakteri.

    “Proses pemotongan harus sesuai prosedur. Darahnya harus keluar semuanya karena darah itu berbahaya kalau tidak ditangani dengan baik,” katanya.

    Pencacahan daging sebaiknya tidak dilakukan langsung di tanah, melainkan menggunakan meja atau alas yang bersih untuk menjaga higienitas produk pangan yang nantinya dikonsumsi masyarakat.

    “Ketika melakukan pencacahan daging itu tidak boleh di tanah, tapi di meja,” tegasnya.

    Pemerintah juga meminta penggunaan kantong plastik untuk distribusi daging memperhatikan faktor keamanan pangan. Plastik yang digunakan sebaiknya transparan dan tidak mengandung bahan berbahaya.

    Selain itu, distribusi daging kurban diminta dilakukan secepat mungkin agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak membusuk akibat penyimpanan terlalu lama.

    “Jangan sampai dibiarkan terlalu lama sampai busuk karena itu juga bisa membahayakan kesehatan,” katanya.

    Tak hanya limbah, Dinkes bersama Dinas Peternakan juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang masuk ke Kaltim.

    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun antraks.

    “Nanti semua ternak yang dijadikan kurban akan diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. Yang jelas syaratnya sehat dan sudah diskrining,” pungkasnya.

     

    Dinkes Kaltim Hari Raya Iduladha Hewan Kurban Limbah Kurban
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    DPKH Kaltim Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Ketersediaan Capai 28 Ribu Ekor

    Mei 12, 2026

    Camat Samarinda Ulu Dukung Perda TBC, Soroti Pentingnya Jaminan Sosial bagi Penderita

    April 14, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Harapan masyarakat yang menunggu pembukaan rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun…

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    Mei 20, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Konflik Lahan Bendungan Marangkayu Mulai Temui Titik Terang, Ganti Rugi Segera Diproses

    Mei 19, 2026

    Kaltim Diincar Jadi Provinsi Pelopor Penerapan Manajemen Talenta ASN Secara Penuh

    Mei 19, 2026
    1 2 3 … 3,098 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.