Insitekaltim, Samarinda – Program pembinaan dan bantuan dari Bank Indonesia (BI) terbukti memberikan dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Ketupat, Samarinda.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Ketupat Samarinda Seberang Abdul Asiz mengungkapkan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan sarana prasarana, tetapi juga pelatihan dan akses permodalan yang mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat.
“Bantuan dari BI sangat membantu, mulai dari peningkatan usaha mikro, pelatihan, hingga permodalan. Itu sangat berdampak bagi pengrajin di sini,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan sebagian besar masyarakat di Kampung Ketupat merupakan pengrajin ketupat yang memproduksi secara rumahan dan memasarkannya ke berbagai pasar tradisional di Samarinda.
Sebelum adanya pembinaan kapasitas produksi, pengrajin masih terbatas. Namun setelah mendapatkan dukungan, terjadi peningkatan signifikan.
“Dulu produksi hanya sekitar seribu ketupat per hari. Sekarang bisa mencapai tiga ribu biji per hari bahkan sudah dipasarkan ke luar daerah,” jelasnya.
Distribusi hasil produksi kini tidak hanya di Samarinda tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain seperti Tenggarong, Bontang, Sangatta, Balikpapan hingga Mahakam Ulu.
Selain peningkatan produksi pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan pengolahan limbah hasil produksi. Limbah ketupat yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomis.
“Dari limbah itu kami diajarkan membuat keranjang, piring, kotak tisu, sampai lampu hias. Ini sangat membantu mengurangi sampah sekaligus menambah penghasilan,” katanya.
Saat ini tercatat sekitar 88 pengrajin aktif di Kampung Ketupat, yang terus didorong untuk berkembang melalui pembinaan berkelanjutan.
Tak hanya itu, upaya regenerasi juga menjadi perhatian utama. Menurutnya keterlibatan generasi muda mulai dibangun melalui kegiatan karang taruna dan edukasi budaya.
“Kami terus membina anak-anak muda agar ikut terlibat, supaya usaha ini tetap berlanjut dan kearifan lokal tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan Bank Indonesia dapat terus mendampingi pelaku UMKM melalui program-program berkelanjutan, termasuk program BIMA ETAM yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha masyarakat.
“Harapan kami BI tetap membersamai kami, karena dampaknya sangat terasa bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

