Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perkara Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar, Saksi Ungkap Verifikasi Izin Hanya Periksa Administrasi

    Oktober 16, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Dibina BI, UMKM Kampung Ketupat Samarinda Tumbuh Pesat hingga Tembus Pasar Luar Daerah
    Samarinda

    Dibina BI, UMKM Kampung Ketupat Samarinda Tumbuh Pesat hingga Tembus Pasar Luar Daerah

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 31, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Pokdarwis Kampung Ketupad Samarinda Seberang, Abdul Asiz saat menyampaikan keterangan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program pembinaan dan bantuan dari Bank Indonesia (BI) terbukti memberikan dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Ketupat, Samarinda.

    Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Ketupat Samarinda Seberang Abdul Asiz mengungkapkan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan sarana prasarana, tetapi juga pelatihan dan akses permodalan yang mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat.

    “Bantuan dari BI sangat membantu, mulai dari peningkatan usaha mikro, pelatihan, hingga permodalan. Itu sangat berdampak bagi pengrajin di sini,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

    Ia menjelaskan sebagian besar masyarakat di Kampung Ketupat merupakan pengrajin ketupat yang memproduksi secara rumahan dan memasarkannya ke berbagai pasar tradisional di Samarinda.

    Sebelum adanya pembinaan kapasitas produksi, pengrajin masih terbatas. Namun setelah mendapatkan dukungan, terjadi peningkatan signifikan.

    “Dulu produksi hanya sekitar seribu ketupat per hari. Sekarang bisa mencapai tiga ribu biji per hari bahkan sudah dipasarkan ke luar daerah,” jelasnya.

    Distribusi hasil produksi kini tidak hanya di Samarinda tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain seperti Tenggarong, Bontang, Sangatta, Balikpapan hingga Mahakam Ulu.

    Selain peningkatan produksi pelaku UMKM juga mendapatkan pelatihan pengolahan limbah hasil produksi. Limbah ketupat yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomis.

    “Dari limbah itu kami diajarkan membuat keranjang, piring, kotak tisu, sampai lampu hias. Ini sangat membantu mengurangi sampah sekaligus menambah penghasilan,” katanya.

    Saat ini tercatat sekitar 88 pengrajin aktif di Kampung Ketupat, yang terus didorong untuk berkembang melalui pembinaan berkelanjutan.

    Tak hanya itu, upaya regenerasi juga menjadi perhatian utama. Menurutnya keterlibatan generasi muda mulai dibangun melalui kegiatan karang taruna dan edukasi budaya.

    “Kami terus membina anak-anak muda agar ikut terlibat, supaya usaha ini tetap berlanjut dan kearifan lokal tetap terjaga,” ungkapnya.

    Ia berharap ke depan Bank Indonesia dapat terus mendampingi pelaku UMKM melalui program-program berkelanjutan, termasuk program BIMA ETAM yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha masyarakat.

    “Harapan kami BI tetap membersamai kami, karena dampaknya sangat terasa bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perkara Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar, Saksi Ungkap Verifikasi Izin Hanya Periksa Administrasi

    AminahOktober 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Samarinda kembali mencecar…

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,388 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.