Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Dewan Soroti Kualitas Belanja Daerah dan Ketimpangan Pembangunan di Kaltim
    DPRD Kaltim

    Dewan Soroti Kualitas Belanja Daerah dan Ketimpangan Pembangunan di Kaltim

    MartinusBy MartinusJuni 18, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim, Subandi menyampaikan pandangan terhadap Nota Keuangan dan Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2024
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Timur mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas belanja daerah.

    Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Gedung Rapat DPRD Kaltim, Selasa, 17 Juni 2025.

    Fraksi PKS mencatat bahwa realisasi belanja daerah mencapai angka signifikan, yakni Rp19,61 triliun atau 92,31 persen dari total anggaran. Angka tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar 92,89 persen, belanja modal 92,13 persen, dan belanja transfer 91,13 persen. Meski demikian, Fraksi PKS menilai bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan efektivitas penggunaan anggaran.

    “Fraksi PKS mengingatkan bahwa serapan anggaran tinggi belum tentu mencerminkan efektivitas belanja, jika tidak berbanding lurus dengan kualitas output dan outcome-nya,” tegas Subandi, juru bicara Fraksi PKS.

    Atas dasar itu, Fraksi PKS meminta Pemerintah Provinsi meningkatkan nilai manfaat dari setiap belanja daerah, agar setiap rupiah anggaran menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah juga diminta lebih cermat dalam menentukan program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat.

    “Pemerintah harus memastikan pelaksanaan program prioritas benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat perencanaan dan pengawasan untuk menghindari belanja yang hanya bersifat simbolik atau seremonial,” ujar Subandi.

    Di sisi lain, Fraksi PKS turut menyoroti masih banyaknya keluhan publik atas buruknya kondisi infrastruktur dan pelayanan dasar, terutama di daerah pinggiran dan perbatasan. Akses jalan yang rusak parah di wilayah tersebut tidak hanya menyebabkan keterisolasian, tetapi juga menghambat distribusi barang dan mobilitas penduduk.

    Tak hanya infrastruktur, persoalan pendidikan juga menjadi sorotan. Fraksi PKS mencatat adanya kekurangan ruang belajar dan minimnya tenaga pendidik di sejumlah sekolah, khususnya di wilayah terpencil. Situasi ini dinilai berpotensi menurunkan kualitas pendidikan di daerah-daerah tersebut.

    Sektor kesehatan pun tidak luput dari perhatian. Keterbatasan tenaga medis dan kurangnya alat kesehatan di berbagai rumah sakit masih menjadi tantangan serius. Fraksi PKS menilai kondisi ini berdampak langsung pada tidak optimalnya pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

    Menyikapi berbagai persoalan tersebut, Fraksi PKS mendorong agar Pemerintah Provinsi menyusun prioritas pembangunan infrastruktur yang betul-betul berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan pun dinilai perlu ditingkatkan, tak hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam bentuk program yang terukur, berkualitas, dan berkelanjutan.

    “Kami juga menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak terpusat di kota-kota besar saja melainkan menjangkau daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal dari sisi akses maupun layanan dasar publik,” ucap Subandi.

    Dalam penutup pandangan fraksinya, PKS juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah dinilai perlu memperkuat fungsi inspektorat dan pengawasan internal, serta memanfaatkan teknologi informasi guna menghadirkan sistem transparansi anggaran yang real time dan mudah diakses publik maupun DPRD.

    APBD 2024 Fraksi PKS Raperda Subandi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Arif Kurniawan Ajak Warga Samarinda Perkuat Semangat Hijrah

    Juni 16, 2026

    Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput

    Juni 6, 2026

    Raperda Reklame Masuk Tahap Krusial, DPRD Upayakan Keseimbangan PAD dan Iklim Investasi

    Juni 3, 2026

    Polemik Grup Chat DPRD Kaltim Masuk Ranah Etik, BK Siapkan Pemanggilan dan Mediasi

    Mei 26, 2026

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Mei 14, 2026

    Iswandi Soroti Raperda Limbah B3 Samarinda, Minta Pembahasan Diulang

    Mei 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    SittiJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan…

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,155 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.