Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Dengar Suara Rakyat, Fraksi Gerindra Bakal Kawal Percepatan Jalan Kutai Barat–Mahulu
    DPRD Kaltim

    Dengar Suara Rakyat, Fraksi Gerindra Bakal Kawal Percepatan Jalan Kutai Barat–Mahulu

    SittiBy SittiAgustus 4, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Akses jalan penghubung antara Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi sorotan dalam laporan hasil reses Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

    Dalam rapat paripurna ke 28 pada Senin 4 Agustus 2025 juru bicara fraksi Sabaruddin Panrecalle, menyampaikan bahwa kondisi jalan di wilayah barat Kaltim tersebut masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah pusat dan provinsi.

    “Jalan penghubung antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu kondisinya cukup memprihatinkan. Baik jalan provinsi maupun nasional perlu percepatan perbaikan dan pembangunan,” ujarnya.

    Menurutnya, buruknya kondisi jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat dan barang, tetapi juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal. Wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang berada di bagian barat daya provinsi memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Namun potensi itu terhambat karena tidak didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai.

    “Rakyat sudah lama bersuara. Mereka ingin merasakan akses yang layak dan cepat, terutama untuk distribusi hasil bumi dan akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.

    Selama masa reses pada 1–8 Juli 2025, anggota Fraksi Gerindra turun langsung ke enam daerah pemilihan di Kalimantan Timur. Salah satu aspirasi dominan yang diterima adalah permintaan pembangunan dan peningkatan jalan, termasuk jembatan penghubung dan perbaikan akses jalan usaha tani.

    Jalan provinsi yang menghubungkan Kutai Barat dengan Mahulu disebut menjadi kebutuhan mendesak, karena juga akan menjadi akses penyangga wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

    “Salah satu tantangan utama adalah konektivitas. Saat daerah lain bersiap menyambut IKN, masyarakat Mahulu justru masih harus menempuh jalur darat yang sulit dan membahayakan,” kata Sabaruddin.

    Fraksi Gerindra juga menyoroti perlunya pemerintah provinsi melakukan pendekatan lebih aktif kepada pemerintah pusat. Menurut mereka, percepatan pembangunan jalan nasional dan provinsi di wilayah-wilayah seperti Kutai Barat–Mahulu tidak bisa hanya bergantung pada APBD provinsi, tetapi juga membutuhkan intervensi APBN.

    Selain infrastruktur jalan, laporan hasil reses Fraksi Gerindra juga mencatat berbagai aspirasi dari masyarakat di bidang lain. Di bidang pendidikan, banyak warga masih belum memahami secara jelas program Gratispol dari Pemprov Kaltim.

    Di bidang kesehatan, mereka menyoroti akses terbatas ke Puskesmas dan layanan kesehatan di wilayah terpencil. Sedangkan di sektor pertanian, warga meminta program bantuan alat dan bibit, saluran irigasi, serta pelatihan peningkatan kapasitas petani.

    “Kami mendorong adanya peta jalan pembangunan yang berpihak pada masyarakat pedalaman dan perbatasan. Kutai Barat dan Mahulu termasuk yang perlu prioritas khusus,” tegasnya.

    Gerindra juga menyinggung pentingnya kemandirian pangan bagi Kalimantan Timur sebagai penyangga IKN. Dikatakan bahwa pertumbuhan populasi akibat pembangunan IKN akan berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan pangan.

    “Kaltim tidak boleh terus bergantung pada suplai pangan dari luar. Petani kita harus diberdayakan, dan itu hanya bisa terjadi jika akses jalannya dibenahi,” ujarnya.

    Laporan Fraksi Gerindra itu pun diserahkan sebagai bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD untuk disinkronkan dengan agenda Musrenbang RKPD Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026. Fraksi Gerindra menekankan bahwa semua aspirasi yang dikumpulkan bukan hanya menjadi catatan, tetapi harus ditindaklanjuti oleh eksekutif dengan kebijakan dan anggaran yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.

    “Kami di Fraksi Gerindra akan terus mengawal agar hasil reses ini benar-benar menjadi dasar penyusunan program pembangunan daerah,” tutup Sabaruddin.

    APBN Fraksi Gerindra IKN Sabaruddin Panrecalle
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    IKN Dikebut Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Evaluasi Seluruh Proyek Strategis

    Juli 18, 2026

    Simpang Siur Kehadiran Presiden di IKN, Ini Respons Ketua Gerindra Samarinda

    Juli 17, 2026

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Juli 16, 2026

    Gerindra Dorong 70 Persen Dana Probebaya Dialihkan untuk Pelatihan Kerja Warga

    Juli 11, 2026

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaAgustus 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan…

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Intrusi Air Laut Mulai Mengancam, Deni Dorong Pemprov Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.