Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Daya Beli Lesu, Realisasi PAD Kaltim Tersendat dan Jauh dari Target di Pertengahan Tahun
    Pemerintah

    Daya Beli Lesu, Realisasi PAD Kaltim Tersendat dan Jauh dari Target di Pertengahan Tahun

    AminahBy AminahJuni 19, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Indikator kelesuan ekonomi mulai memukul ketahanan fiskal Pemerintah Provinsi Kaltim. Memasuki pertengahan tahun 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bumi Etam tercatat macet di angka 34 persen, jauh dari target ideal semester pertama.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengonfirmasi, melemahnya daya beli masyarakat menjadi pemicu utama seretnya setoran kas daerah. Penurunan daya beli ini berdampak langsung pada merosotnya kepatuhan dan kemampuan warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

    “Memang sedikit banyak situasi sekarang ini berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kemampuan masyarakat untuk membayar pajak juga ikut terpengaruh,” ungkap Sri Wahyuni beberapa hari lalu.

    Sri Wahyuni membeberkan bahwa capaian 34 persen saat ini menjadi alarm evaluasi bagi tim anggaran pemerintah daerah. Secara akumulatif, pos pendapatan daerah mengalami koreksi tajam karena gagal mendekati batas aman pertengahan tahun.

    “Sampai sekarang PAD kita baru 34 persen. Sebenarnya kalau melihat periode pertengahan tahun seperti ini, idealnya sudah sekitar 50 persen. Jadi memang ada koreksi,” urainya.

    Meski enggan merinci sektor perpajakan atau retribusi mana saja yang mengalami kemerosotan paling dalam, macetnya PAD ini dipastikan mempersempit ruang manuver fiskal daerah dalam mendanai program-program strategis.

    Menyikapi defisit target tersebut, Pemprov Kaltim kini dipaksa melakukan kalkulasi ulang pada semester kedua guna memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga. Sri menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan evaluasi berkala dan memperketat optimalisasi pendapatan agar tidak mengorbankan belanja pelayanan publik.

    “Kita terus berupaya supaya target itu bisa terpenuhi. Meskipun mungkin tidak sampai 100 persen, paling tidak PAD kita bisa mengimbangi kebutuhan belanja daerah,” tambah Sri optimistis.

    Tantangan bagi Pemprov Kaltim di sisa tahun anggaran 2026 ini dipastikan melipat ganda. Di tengah pemulihan ekonomi regional yang belum merata, birokrasi dituntut super cermat dalam menyusun skala prioritas agar program pembangunan infrastruktur maupun subsidi masyarakat tidak mandek akibat seretnya likuiditas kas daerah.

    “Yang penting bagi kami bagaimana pendapatan daerah tetap terjaga sehingga kebutuhan belanja dan pelayanan kepada masyarakat bisa tetap berjalan,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026

    Andi Harun Ungkap Antrean BBM Subsidi Diduga Diperjualbelikan Rp100-150 Ribu

    Agustus 24, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026

    Semangat Kemerdekaan Tetap Meriah Meski Pemkot Lakukan Efisiensi

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan pasien ibu dan bayi yang membutuhkan rujukan lintas daerah menjadi salah…

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.