Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terlalu Sering Membaca Berita Buruk? Kenali Doomscrolling dan Cara Menguranginya

    November 1, 2026

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Daya Beli Lesu, Realisasi PAD Kaltim Tersendat dan Jauh dari Target di Pertengahan Tahun
    Pemerintah

    Daya Beli Lesu, Realisasi PAD Kaltim Tersendat dan Jauh dari Target di Pertengahan Tahun

    AminahBy AminahJuni 19, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Indikator kelesuan ekonomi mulai memukul ketahanan fiskal Pemerintah Provinsi Kaltim. Memasuki pertengahan tahun 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bumi Etam tercatat macet di angka 34 persen, jauh dari target ideal semester pertama.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengonfirmasi, melemahnya daya beli masyarakat menjadi pemicu utama seretnya setoran kas daerah. Penurunan daya beli ini berdampak langsung pada merosotnya kepatuhan dan kemampuan warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

    “Memang sedikit banyak situasi sekarang ini berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kemampuan masyarakat untuk membayar pajak juga ikut terpengaruh,” ungkap Sri Wahyuni beberapa hari lalu.

    Sri Wahyuni membeberkan bahwa capaian 34 persen saat ini menjadi alarm evaluasi bagi tim anggaran pemerintah daerah. Secara akumulatif, pos pendapatan daerah mengalami koreksi tajam karena gagal mendekati batas aman pertengahan tahun.

    “Sampai sekarang PAD kita baru 34 persen. Sebenarnya kalau melihat periode pertengahan tahun seperti ini, idealnya sudah sekitar 50 persen. Jadi memang ada koreksi,” urainya.

    Meski enggan merinci sektor perpajakan atau retribusi mana saja yang mengalami kemerosotan paling dalam, macetnya PAD ini dipastikan mempersempit ruang manuver fiskal daerah dalam mendanai program-program strategis.

    Menyikapi defisit target tersebut, Pemprov Kaltim kini dipaksa melakukan kalkulasi ulang pada semester kedua guna memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga. Sri menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan evaluasi berkala dan memperketat optimalisasi pendapatan agar tidak mengorbankan belanja pelayanan publik.

    “Kita terus berupaya supaya target itu bisa terpenuhi. Meskipun mungkin tidak sampai 100 persen, paling tidak PAD kita bisa mengimbangi kebutuhan belanja daerah,” tambah Sri optimistis.

    Tantangan bagi Pemprov Kaltim di sisa tahun anggaran 2026 ini dipastikan melipat ganda. Di tengah pemulihan ekonomi regional yang belum merata, birokrasi dituntut super cermat dalam menyusun skala prioritas agar program pembangunan infrastruktur maupun subsidi masyarakat tidak mandek akibat seretnya likuiditas kas daerah.

    “Yang penting bagi kami bagaimana pendapatan daerah tetap terjaga sehingga kebutuhan belanja dan pelayanan kepada masyarakat bisa tetap berjalan,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Kaltim Raih Penghargaan TPAKD 2026, Gubernur dan Wagub Tak Hadir

    Oktober 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terlalu Sering Membaca Berita Buruk? Kenali Doomscrolling dan Cara Menguranginya

    AminahNovember 1, 2026

    Insitekaltim – Pernah membuka media sosial hanya untuk melihat satu berita, tetapi akhirnya terus menggulir layar…

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026
    1 2 3 … 3,419 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.