Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lainnya»Biadab! Oknum Ayah di NTT Tega Bantai Istri dan Anak Kandungnya dengan Parang
    Lainnya

    Biadab! Oknum Ayah di NTT Tega Bantai Istri dan Anak Kandungnya dengan Parang

    VinsensiusBy VinsensiusMaret 5, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, TTS– Seorang ayah berinisial YT yang bermukim di Desa Skinu, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tega menghabisi nyawa kedua anaknya.

    Dari keterangan tertulis yang diterima Insitekaltim, Rabu 5 Maret 2025, Kapolres TTS AKBP Sigit Harimbawan melalui Kasat Reskrim Iptu Joel Ndolu menuturkan insiden berdarah itu terjadi pada Senin, 3 Maret 2025 pagi.

    Kala itu, pelaku YT dan istrinya (LB) serta kedua anak perempuan ST dan DT pergi ke kebun untuk menjaga tanaman jagung dari hama monyet.

    Sekira pukul 11.30 Wita, LB mengajak pelaku ST dan DT untuk mencari udang di Kali Noeponof, Desa Skinu, Kecamatan Toianas. Saat tengah asyik mencari udang, korban LB kembali mengajak pelaku dan kedua anaknya untuk mencari udang agak ke arah atas di tempat yang bernama Poli.

    Mendengar ajakan itu dengan spontan pelaku YT seketika mengajukan pertanyaan monohok kepada LB yang notabene merupakan istrinya.

    “Kamu ajak saya mencari udang di Kali Poli supaya saya mati kamu kawin lagi?” tanya pelaku YT.

    Sejurus kemudian entah apa yang dipikirkan pelaku, tiba-tiba pelaku mengambil sebuah batu dan melempari istrinya LB. Korban LB pun berteriak agar ST dan DT melarikan diri.

    “Apesnya, pelaku mengejar DT dan memotong dengan parang berulang-ulang kali,” kata Iptu Joel Ndolu.

    Tak cukup sampai di situ pelaku yang kala itu gelap mata kemudian mengejar lagi korban ST.

    “Dan, memotong berulang-ulang kali dengan menggunakan parang,” bebernya.

    Iptu Joel Ndolu menambahkan sedangkan LB berlari ke arah kampung dan berteriak minta tolong sehingga datang NK.

    NK, kata dia, yang saat itu bermaksud menolong LB juga dipotong pelaku YT dengan menggunakan parang di tangannya.

    Akibat kejadian itu anak kandung pelaku berinisial ST dan DT meninggal dunia. Sementara NK mengalami luka berat dan saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas Toianas.

    Menurut Iptu Joel Ndolu pelaku YT bakal dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

    Bantai NTT Pembunuhan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Vinsensius

    Related Posts

    Pembunuhan Mutilasi di Samarinda, DPRD Ungkap Akar Masalah: Emosi Tak Terkendali hingga Tekanan Ekonomi

    Maret 24, 2026

    Pembunuhan Disertai Mutilasi di Samarinda Terungkap Kurang dari 12 Jam, Dua Pelaku Ditangkap

    Maret 22, 2026

    Menelisik Makna Self-Healing Lewat Buku What’s So Wrong About Your Self Healing

    Februari 22, 2026

    GONG XI HAPPY: Lagu Baru Raih Sorotan di Tengah Gelombang Keceriaan Imlek

    Februari 16, 2026

    Pemprov Kaltim Izinkan Tongkang Melintas di Sungai Mahakam dengan Pengawalan Eskort

    Januari 28, 2026

    Gubernur Khofifah Dorong RSNU Pasuruan Perluas Layanan Kesehatan yang Inklusif

    Januari 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Ratu ArifanzaMei 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Realitas pahit masih membayangi kehidupan perempuan pekerja di Indonesia. Di tengah tekanan…

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026

    Laba Naik, Dividen Turun: Andi Harun Soroti Kredit Macet dan Transparansi Bankaltimtara

    April 30, 2026

    Andi Harun Buka Alasan Dissenting Opinion di RUPS Bankaltimtara: Soroti Pemberhentian Direksi dan Transparansi Seleksi Komisaris

    April 30, 2026
    1 2 3 … 3,084 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.