Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    SPMB Tahap II Kaltim Tanpa Tes, Nilai Rapor Semester 1–5 Jadi Penentu Lolos SMA/SMK Negeri

    Juni 27, 2026

    Andi Harun: Konflik Kehutanan Tak Akan Pernah Tuntas Selama Regulasi Masih Tumpang Tindih

    Juni 27, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Penderita TBC Masuk Penerima MBG

    Juni 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Hukum»Pembunuhan Mutilasi di Samarinda, DPRD Ungkap Akar Masalah: Emosi Tak Terkendali hingga Tekanan Ekonomi
    Hukum

    Pembunuhan Mutilasi di Samarinda, DPRD Ungkap Akar Masalah: Emosi Tak Terkendali hingga Tekanan Ekonomi

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 24, 2026Updated:Maret 24, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pelaku Mutilasi saat di Mapolresta Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Kota Samarinda menuai perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Peristiwa tersebut dinilai tidak hanya sebagai tindakan kriminal yang mengerikan, tetapi juga mencerminkan persoalan sosial yang lebih luas di masyarakat.

    Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia menyebut kasus ini sebagai peristiwa yang sangat memprihatinkan sekaligus menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi persoalan.

    “Semua orang pasti tidak ada yang membenarkan kasus seperti ini. Ini sangat mengerikan sekali,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Selasa 24 Maret 2026.

    Menurut Samri, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang berkembang menjadi rasa sakit hati. Kondisi emosional yang tidak terkendali kemudian mendorong pelaku mengambil langkah ekstrem hingga berujung pada tindakan kriminal.

    Ia menekankan setiap konflik seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik serta klarifikasi atau tabayun, bukan dengan kekerasan.

    “Ketika ada permasalahan, seharusnya dibicarakan baik-baik. Jangan sampai berujung pada tindakan seperti ini,” katanya.

    Selain faktor emosional, Samri juga menyinggung kemungkinan adanya motif lain, termasuk keinginan menguasai barang milik korban. Namun, menurutnya, apa pun latar belakangnya, tindakan tersebut tidak sebanding dengan konsekuensi yang ditimbulkan.

    “Kalau dibandingkan dengan nilai barang seperti motor atau handphone, tentu tidak sebanding dengan nyawa,” tegasnya.

    Ia menilai tindakan menghilangkan nyawa seseorang, terlebih dengan cara sadis, tidak hanya merugikan korban tetapi juga membawa pelaku pada konsekuensi hukum yang berat.

    Lebih lanjut, Samri turut menyoroti kemungkinan tekanan ekonomi sebagai salah satu faktor yang memengaruhi tindakan kriminal. Ia menilai kondisi ekonomi yang sulit dapat mendorong seseorang mengambil keputusan di luar batas rasional.

    “Bisa jadi ada motif ekonomi. Kondisi ekonomi masyarakat kita bisa saja menjadi pemicu,” ujarnya.

    Menurutnya, kebutuhan ekonomi yang mendesak kerap membuat seseorang nekat melakukan tindakan melanggar hukum, meskipun pada akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    Oleh karena itu, pentingnya peran pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. DPRD, kata dia, terus mendorong agar penggunaan anggaran daerah difokuskan pada program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

    “Orientasi penggunaan anggaran harus benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    Samri juga menilai masih terdapat sejumlah program yang belum memberikan dampak signifikan, sehingga perlu dievaluasi agar anggaran dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

    Ia berharap pemerintah ke depan lebih fokus pada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi. Dengan meningkatnya kesejahteraan, ia optimistis potensi terjadinya tindak kriminal dapat ditekan.

    “Kalau kebutuhan masyarakat terpenuhi, tentu potensi kejahatan bisa berkurang,” ujarnya.

    Melalui peristiwa ini, Samri mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan akal sehat serta penyelesaian konflik secara bijak. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

    Peristiwa ini diharapkan tidak hanya menjadi perhatian sesaat, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bersama guna memperbaiki kondisi sosial dan mencegah terulangnya tinak kriminal yang merugikan semua pihak.

    DRPD Pembunuhan Samri Saputra
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    PK di Atas PK Dipersoalkan, Kuasa Hukum Heryono Admaja Datangi PT Kaltim Pertanyakan Eksekusi Lahan

    Juni 25, 2026

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    Usai Menang PK PM Noor, Kubu Heryono Bersihkan Spanduk Ilegal dan Desak Pengosongan

    Juni 18, 2026

    TAG Kaltim Digugat ke PTUN Samarinda, Persoalkan Jumlah dan Anggaran Rp10,7 Miliar

    Juni 11, 2026

    Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat

    Juni 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    SPMB Tahap II Kaltim Tanpa Tes, Nilai Rapor Semester 1–5 Jadi Penentu Lolos SMA/SMK Negeri

    SittiJuni 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026…

    Andi Harun: Konflik Kehutanan Tak Akan Pernah Tuntas Selama Regulasi Masih Tumpang Tindih

    Juni 27, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Penderita TBC Masuk Penerima MBG

    Juni 27, 2026

    Krisis Lahan Pemakaman Mengancam, DPRD Samarinda Dorong Perda Satu Kecamatan Satu TPU

    Juni 27, 2026

    Kelanjutan Teras Samarinda Tahap III Masih Menggantung, DPRD Anggaran Utamakan Layanan Dasar

    Juni 27, 2026
    1 2 3 … 3,175 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.