Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    September 3, 2026

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim
    Pendidikan

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    AminahBy AminahJuni 18, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas'ud (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Distribusi tenaga kerja yang timpang di wilayah pedalaman, perbatasan, dan daerah terpencil (3T) Kaltim ternyata tidak hanya mendera sektor pendidikan pada profesi guru. Sektor kesehatan pun menghadapi raport merah yang serupa.

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud mengungkap masalah pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) di Benua Etam memiliki pola sosiologis yang nyaris kembar dengan persoalan guru, yakni persoalan distribusi SDM yang belum merata.

    Akibatnya, kualitas pelayanan yang diterima masyarakat sangat bergantung pada peta geografis tempat tinggal mereka.

    Guna menyelesaikan persoalan ini secara permanen, Syahariah menegaskan kunci utamanya berada pada hulu pertahanan daerah, yaitu sektor pendidikan dan penyiapan SDM lokal. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus bergantung pada skema rekrutmen konvensional yang tidak mengikat.

    “Saya meyakini solusi jangka panjangnya adalah pembangunan kemandirian daerah dalam menyiapkan SDM kesehatan. Program beasiswa Ikatan Dinas bagi putra-putri daerah harus diperkuat, agar setelah lulus mereka dapat kembali dan wajib mengabdi di wilayah asalnya,” tegas Syahariah saat ditemui, Selasa, 16 Juni 2026.

    Melalui skema beasiswa pendidikan yang terarah, putra-putri asli pedalaman Kaltim diberi kesempatan mengakses pendidikan kedokteran dan spesialis, dengan komitmen hukum untuk pulang membangun kampung halaman pasca-kelulusan.

    Namun, investasi di sektor pendidikan tinggi saja dinilai belum cukup. Politisi faksi Karang Paci ini mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus menghadirkan kebijakan afirmatif serta paket insentif yang logis dan memikat bagi para tenaga ahli.

    Ia mengkritik jika semangat pemerataan pelayanan kesehatan dari pemerintah hanya manis di atas kertas atau jargon seremonial semata, tanpa didukung oleh kebijakan anggaran yang akurat di lapangan.

    “Jangan sampai semangat pemerataan pelayanan kesehatan ini berhenti pada tataran slogan saja. Kita harus realistis. Mana ada tenaga medis ahli, seperti dokter spesialis jantung, spesialis kandungan, anak, hingga dokter gigi yang mau diarahkan ke pedalaman kalau tunjangannya tidak diperhatikan?” cecar Syahariah

    Bekerja di pedalaman yang jauh dari pusat kota memiliki konsekuensi logistik dan beban kerja yang tinggi. Oleh karena itu, besaran tunjangan khusus harus dihitung secara matang agar mampu menarik minat para dokter spesialis.

    Politisi Golkar menegaskan bahwa persoalan interkoneksi antara pembiayaan pendidikan (beasiswa) dan penempatan nakes ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) prioritas yang akan digodok dan dikembangkan lebih lanjut oleh Komisi IV DPRD Kaltim bersama mitra instansi pemerintah terkait.

    “Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan kami di Komisi IV. Bagaimana merumuskan formulasi anggaran dan kebijakan agar seluruh dokter medis mau masuk ke pedalaman. Karena kehadiran mereka adalah hak mendasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita di sana,” pungkasnya.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Distribusi Seragam Gratis di Kaltim Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    September 1, 2026

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    Andika SaputraSeptember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset didorong tidak hanya digunakan untuk menangani tindak…

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Borneo FC Samarinda Tak Pilih Kompetisi, Nabil Tegaskan Semua Ajang Dihadapi

    September 2, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026
    1 2 3 … 3,316 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.