Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Teras Samarinda Belum Tuntas, Celni Dorong Penyelesaian Seluruh Segmen

    Agustus 29, 2026

    Helmi Dorong Semangat Kemerdekaan, Jadi Motivasi DPRD Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

    Agustus 29, 2026

    Antisipasi Ancaman Kekeringan, Kaltim Percepat Tanam Untuk Jaga Produksi Pangan

    Agustus 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Bank Sampah Kejujuran Berjalan Lambat, Direktur Soroti Penurunan Semangat Warga dalam Memilah Sampah
    Samarinda

    Bank Sampah Kejujuran Berjalan Lambat, Direktur Soroti Penurunan Semangat Warga dalam Memilah Sampah

    AbdiBy AbdiFebruari 16, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur Bank Sampah RT. 43 Kelurahan Sempaja Timur, Purwanto (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Bank Sampah Unit (BSU) Kejujuran, yang sempat menjadi kebanggaan warga saat didirikan pada tahun 2021, kini diakui tengah mengalami penurunan ritme operasional.

    Teks: Bank Sampah RT. 43 (Insitekaltim/Abdi)

    Direktur Bank Sampah Unit Kejujuran Purwanto menyebut, kondisi saat ini sebagai fase jalan lambat. Purwanto mengenang bagaimana awal berdirinya bank sampah ini dipenuhi optimisme tinggi.

    Teks: Tugu Kampung Salai (Insitekaltim/Abdi)

    Saat itu, dukungan penuh dari kepengurusan RT sebelumnya berhasil membakar semangat warga untuk aktif memilah sampah dari dapur masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu dan transisi kepemimpinan, euforia tersebut perlahan meredup.

    “Kalau yang awal-awal tahun 2021 itu memang semangat semuanya karena dukungan penuh Pak RT saat itu. Sekarang kondisinya jalan lambat. Bukan jalan di tempat, tapi memang perlu digenjot lagi motivasinya,” ujar Purwanto saat ditemui Senin, 16 Februari 2026.

    Menurut Purwanto, kendala utama yang dihadapi bukan terletak pada akses ke Bank Sampah Induk, melainkan pada konsistensi suplai bahan baku dari warga.

    Ia mengakui bahwa membangun kebiasaan memilah sampah anorganik seperti plastik, besi, dan tembaga membutuhkan ketelatenan yang luar biasa di tengah kesibukan rumah tangga.

    Selain itu, adanya tantangan psikologis terkait nilai ekonomi sampah. Banyak warga yang merasa enggan memilah, karena keuntungan finansial yang dianggap tidak sebanding dengan repotnya proses pemilahan.

    “Saya pernah mencoba menghitung sendiri, satu dus gelas plastik itu setelah dikumpulkan ternyata hanya seberat satu ons. Mungkin di sini warga merasa, ah cuma seribu rupiah saja kok susah benar’. Padahal, jika dikumpulkan kolektif dari seluruh RT, nilainya sangat signifikan,” jelasnya.

    Selain itu, masalah teknis seperti bau dari sampah organik (komposter) dan keterbatasan lahan di rumah-rumah warga seringkali menjadi alasan klasik yang membuat warga akhirnya memilih untuk mencampur kembali sampah mereka ke dalam satu kantong plastik.

    Tak ingin berlarut dalam kelesuan, Purwanto telah merancang sejumlah strategi untuk menghidupkan kembali gairah memilah sampah. Salah satu rencana inovatif yang sedang dipersiapkan adalah pengadaan wadah sampah khusus berbentuk rajutan atau jaring-jaring besar.

    Rencananya, wadah ini akan ditempatkan di titik-titik strategis pinggir jalan dengan label yang jelas, seperti “Khusus Botol Plastik” atau “Khusus Kaleng”. Dengan wadah yang transparan (jaring), diharapkan warga maupun masyarakat yang sedang berolahraga di kawasan Bengkuring lebih tertarik untuk membuang botol minuman mereka ke tempat yang tepat.

    “Saya punya rencana membuat kantong jaring seperti wadah bola basket tapi ukuran besar. Ini memudahkan orang yang lewat atau anak-anak yang minum sambil jalan untuk langsung memisahkan sampahnya. Tapi memang ini masih terkendala koordinasi anggaran prasarana,” tambahnya.

    Momentum bulan suci Ramadhan juga akan dimanfaatkan Purwanto sebagai ajang edukasi massal. Ia berencana menggandeng Ikatan Remaja Masjid (IRMA) dan anak-anak usia sekolah untuk menjadi pionir kebersihan di masjid.

    “Bulan puasa biasanya sampah plastik dari minuman takjil itu banyak sekali. Nanti saya akan koordinasi dengan Pak RT agar sampah di masjid bisa langsung dipisahkan di tempat,” tuturnya.

    Sebagai wilayah yang memiliki tugu ikonik Kampung Salai yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Samarinda, Purwanto merasa memiliki beban moral untuk menjaga predikat tersebut. Ia tidak ingin semangat warga terus menurun di saat infrastruktur lingkungan sudah mulai tertata.

    Purwanto berharap sinergi dengan kelompok Dasa wisma dan pengurus RT bisa dipererat kembali. Ia juga mendorong agar warga terlibat dalam pembuatan alat pendukung secara mandiri, seperti membuat rajutan kantong sampah sendiri agar ada nilai ekonomi tambahan yang dirasakan langsung oleh mereka.

    “Harapan saya, kita kembali bergerak bersama. Pengelolaan sampah ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh direktur atau pengurus saja. Butuh dorongan ekstra dari Pak RT untuk terus memotivasi warga, agar Bank Sampah Kejujuran ini kembali berlari, bukan lagi sekadar jalan lambat,” pungkasnya.

     

    Bank sampah Bank Sampah Unit (BSU) Kejujuran Purwanto Sampah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    Samarinda Akhiri Open Dumping, Zona Baru TPA Sambutan Mulai Beroperasi

    Juli 31, 2026

    DLH Samarinda Matangkan 10 Ex Generator, Target Kurangi Beban TPA

    Juli 30, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Teras Samarinda Belum Tuntas, Celni Dorong Penyelesaian Seluruh Segmen

    Andika SaputraAgustus 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Celni Pita…

    Helmi Dorong Semangat Kemerdekaan, Jadi Motivasi DPRD Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

    Agustus 29, 2026

    Antisipasi Ancaman Kekeringan, Kaltim Percepat Tanam Untuk Jaga Produksi Pangan

    Agustus 29, 2026

    Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen

    Agustus 29, 2026

    Merdeka Run 2026, Ketika Ribuan Langkah Bertemu Semangat Kemerdekaan di Monas

    Agustus 29, 2026
    1 2 3 … 3,307 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.