Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan Program Gratispol Pendidikan tetap berjalan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 mengalami penurunan signifikan.
Tahun ini, anggaran sebesar Rp1,377 triliun disiapkan untuk membiayai 158.981 penerima manfaat, mulai dari jenjang S1 hingga S3.
Penurunan APBD terjadi akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada hampir seluruh provinsi di Indonesia. APBD Kaltim sendiri turun dari Rp21,74 triliun pada 2025 menjadi Rp15,15 triliun pada 2026, atau berkurang sekitar Rp7 triliun.
Meski demikian, Gubernur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji tetap berkomitmen mempertahankan program prioritas di sektor pendidikan.
“APBD semua daerah di Indonesia turun, tapi kami akan tetap berikan beasiswa Gratispol. Karena kami yakin, investasi yang paling baik itu adalah sumber daya manusia,” tegas Gubernur saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 23 Februari 2026.
Dengan anggaran yang jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, Pemprov Kaltim menargetkan jangkauan penerima beasiswa semakin luas. Bantuan diberikan dalam bentuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa di fakultas umum.
Sementara untuk fakultas berbiaya tinggi seperti Kedokteran, pemerintah telah menyiapkan skema perhitungan tersendiri agar prinsip keadilan tetap terjaga dan penerima manfaat bisa lebih merata.
“Semoga bermanfaat lebih banyak lagi untuk generasi Kaltim ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim Dasmiah melaporkan bantuan Gratispol untuk mahasiswa semester 2 telah selesai disalurkan ke perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
Total penerima mencapai 21.128 orang dengan nominal Rp103,14 miliar. Artinya, mahasiswa baru tahun 2025 yang sebelumnya telah menerima bantuan, kini seluruhnya telah menerima pencairan untuk semester genap tahun ini.
“Untuk mahasiswa semester 4, 6 dan 8 saat ini sedang dalam proses verifikasi dan validasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Insyaallah akhir Februari sudah klir seluruhnya dan segera disalurkan,” jelas Dasmiah.
Saat ini, jumlah mahasiswa dalam daerah yang tengah menjalani proses verifikasi dan validasi mencapai 79.850 orang. Sementara itu, mahasiswa luar daerah yang mengajukan permohonan tercatat sebanyak 12.857 orang.
Sebagai catatan, pada 2025 yang merupakan tahun pertama kepemimpinan Gubernur Harum dan Wagub Seno Aji, Pemprov Kaltim berhasil melakukan pergeseran anggaran untuk Program Gratispol Pendidikan. Program tersebut dinikmati oleh 24.492 mahasiswa dengan total realisasi Rp127,88 miliar dari pagu anggaran Rp204,6 miliar.
Rapat rutin awal pekan tersebut dimoderatori Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan dihadiri para asisten serta kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim.
