Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perkuat Mitigasi Bencana, Kecamatan Samarinda Utara Sosialisasikan Prosedur dan Jalur Evakuasi

    November 2, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Pengisian Sembilan Jabatan Strategis, BKPSDM Fokus Pemetaan Talenta ASN

    November 2, 2026

    Ini Strategi DLH Samarinda untuk Penilaian Adipura

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Antisipasi Ancaman Kekeringan, Kaltim Percepat Tanam Untuk Jaga Produksi Pangan
    Ekonomi

    Antisipasi Ancaman Kekeringan, Kaltim Percepat Tanam Untuk Jaga Produksi Pangan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 29, 2026Updated:Oktober 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi petani melakukan penanaman di lahan persawahan. Pemprov Kaltim terus mendorong percepatan tanam untuk menjaga luas tambah tanam (LTT) di tengah ancaman kekeringan (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Untuk menjaga luas tambah tanam (LTT), sekaligus mempertahankan produksi pangan daerah di tengah kondisi kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.

    Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) Fahmi Himawan mengatakan, percepatan tanam terus dilakukan.

    Fahmi menyebut, pemerintah pusat menetapkan target laju tanam Kaltim sekitar 2.400 hektare untuk periode Agustus. Hingga saat ini, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 80 persen dari target tersebut.

    “Dari target pemerintah pusat sekitar 2.400 hektare hingga Agustus. Realisasinya sudah mencapai sekitar 80 persen,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kesiapsiagaan Pangan Daerah Kaltim di Tengah Cuaca Ekstrem, Jumat, 28 Agustus 2026.

    Menurut Fahmi, percepatan tanam perlu terus dilakukan sebelum kondisi kekeringan semakin meluas. Selain menjaga luas tanam, langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan produksi pangan daerah.

    Upaya percepatan dilakukan bersama pemerintah pusat, Balai Besar/Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), instansi vertikal, serta dinas pertanian di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    Sementara itu, pemantauan kondisi lahan persawahan selama Agustus menunjukkan sekitar 2.400 hektare lahan. Tersebar di tujuh kabupaten/kota, telah terdata oleh petugas di lapangan.

    Dari luasan tersebut, sekitar 200 hektare berada dalam kondisi kekeringan berat. Sedangkan lahan lainnya, mengalami kekeringan sedang dan ringan.

    Lahan dengan kekeringan ringan masih memiliki peluang untuk dipanen meski potensi kegagalannya diperkirakan sekitar 20 persen. Pada kondisi kekeringan sedang, risiko gagal panen berada pada kisaran 20 hingga 50 persen.

    Adapun lahan dengan kekeringan berat menjadi perhatian karena berpotensi mengalami gagal panen hingga 50 sampai 100 persen.

    “Yang menjadi perhatian adalah lahan dengan kondisi kekeringan berat karena berpotensi mengalami gagal panen sekitar 50 hingga 100 persen. Namun, kami berharap kondisi tersebut tidak terjadi,” jelas Fahmi.

    Meski kekeringan mulai berdampak pada lahan pertanian. Kegiatan panen pada Agustus masih berjalan. Fahmi menyebut hingga kini belum terdapat laporan lahan puso atau gagal panen pada bulan tersebut.

    Kasus puso sebelumnya terjadi pada Juli dengan luas sekitar 25 hektare di Kabupaten Paser.

    Menurut Fahmi, Dinas Pertanian Kabupaten Paser akan menindaklanjuti kondisi tersebut melalui bantuan bagi petani yang terdampak.

    Untuk menangani dampak kekeringan, pemerintah menyiapkan dukungan berdasarkan kebutuhan di masing-masing lokasi. Petani yang masih memiliki sumber air tetapi terkendala peralatan dapat diupayakan memperoleh bantuan pompa.

    Sementara jika peralatan sudah tersedia namun petani terkendala bahan bakar, pemerintah menyiapkan skema dukungan berupa subsidi bahan bakar minyak (BBM).

    Fahmi menambahkan, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama tim UPTD Perlindungan Tanaman juga terus melakukan pemantauan di lapangan. Pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi setiap lahan sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan petani.

    “Tim di lapangan akan terus melakukan pendataan dan melihat kebutuhan masing-masing lokasi, sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi petani,” pungkas Fahmi.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Novan Jelaskan Keterlambatan Pembayaran Pemkot Samarinda, Terkendala Kas Daerah

    Oktober 30, 2026

    55 Persen Penduduk Miskin Kaltim Tak Bekerja, Rata-Rata Tanggung 5 Anggota Keluarga

    Oktober 29, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perkuat Mitigasi Bencana, Kecamatan Samarinda Utara Sosialisasikan Prosedur dan Jalur Evakuasi

    SintaNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keselamatan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas…

    Pemkot Samarinda Matangkan Pengisian Sembilan Jabatan Strategis, BKPSDM Fokus Pemetaan Talenta ASN

    November 2, 2026

    Ini Strategi DLH Samarinda untuk Penilaian Adipura

    November 2, 2026

    APBD Samarinda 2027 Diperketat, Andi Harun Hapus Anggaran Baju Dinas dan Konsumsi Rapat

    November 2, 2026

    Rumah Oksigen Hadir di Makroman, Ibu Hamil dan Anak Terdampak Karhutla Jadi Perhatian

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,420 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.