Insitekaltim, Samarinda – Momen Hari Raya Iduladha identik dengan melimpahnya daging kurban di rumah. Namun, banyak orang masih bingung cara mengolah daging kurban agar tidak alot dan tetap empuk saat dimasak. Tidak sedikit pula yang mengeluhkan aroma prengus pada daging sapi maupun kambing setelah diolah.
Padahal, ada beberapa teknik sederhana yang bisa dilakukan agar daging kurban menjadi lebih lembut, mudah dikunyah, dan bumbu lebih meresap. Dengan cara yang tepat, berbagai olahan seperti sate, rendang, semur, hingga sop akan terasa jauh lebih nikmat.
Salah satu alasan utama daging kurban terasa keras adalah karena daging masih berada dalam fase rigor mortis atau kondisi otot yang menegang setelah hewan disembelih. Jika langsung dimasak tanpa proses istirahat, tekstur daging cenderung alot dan sulit empuk.
Selain itu, cara memotong dan teknik memasak yang salah juga menjadi penyebab utama daging terasa keras meski sudah dimasak lama.
Cara Mengolah Daging Kurban agar Empuk
Ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan sebelum memasak daging kurban.
1. Istirahatkan Daging Sebelum Dimasak
Daging kurban sebaiknya tidak langsung dimasak setelah diterima. Diamkan terlebih dahulu selama beberapa jam di suhu ruang atau simpan di dalam kulkas bagian chiller selama kurang lebih 12 hingga 24 jam.
Proses ini membantu otot daging menjadi lebih rileks sehingga teksturnya lebih empuk saat dimasak.
2. Potong Daging Melawan Arah Serat
Cara memotong daging sangat memengaruhi hasil akhir masakan. Potong daging secara melintang atau melawan arah serat agar jaringan otot lebih pendek dan mudah dikunyah.
Teknik ini sangat penting terutama untuk olahan sate, tumisan, hingga semur daging.
3. Jangan Terlalu Banyak Mencuci Daging
Banyak orang terbiasa mencuci daging sebelum dimasak. Padahal, terlalu sering terkena air justru dapat membuat aroma khas daging semakin kuat dan teksturnya menjadi lebih keras.
Jika daging terlihat bersih, cukup lap menggunakan tisu dapur sebelum diolah.
Bahan Alami untuk Mengempukkan Daging Kurban
Selain teknik pemotongan, beberapa bahan alami juga bisa membantu melunakkan serat daging.
1. Daun Pepaya
Daun Pepaya mengandung enzim papain yang mampu membantu memecah protein pada daging. Bungkus daging menggunakan daun pepaya selama 30 menit sebelum dimasak agar hasilnya lebih empuk.
2. Nanas
Nanas juga sering digunakan untuk melunakkan daging karena memiliki kandungan enzim bromelin. Cukup lumuri daging menggunakan parutan nanas selama 15 hingga 30 menit.
Namun, jangan terlalu lama karena daging bisa menjadi terlalu lembek.
3. Baking Soda
Selain bahan alami, sedikit baking soda juga dapat membantu membuat tekstur daging lebih lembut. Taburkan secukupnya dan diamkan beberapa menit sebelum dimasak.
Teknik Memasak Daging agar Tidak Keras
Teknik memasak memiliki peran penting dalam menentukan tekstur daging kurban.
Gunakan api kecil saat merebus agar daging matang perlahan dan seratnya lebih mudah lunak. Metode slow cooking sangat cocok digunakan untuk membuat rawon, semur, atau gulai.
Jika ingin lebih praktis, penggunaan panci presto juga menjadi solusi cepat agar daging empuk tanpa perlu direbus terlalu lama.
Selain itu, ada juga metode 5-30-7 yang cukup populer digunakan masyarakat. Caranya dengan merebus daging selama 5 menit, lalu matikan api dan diamkan panci tertutup selama 30 menit, kemudian rebus kembali selama 7 menit.
Cara Menghilangkan Bau Prengus pada Daging Kurban
Untuk mengurangi aroma prengus, gunakan rempah-rempah seperti jahe, serai, daun salam, dan jeruk nipis saat memasak.
Rempah-rempah tersebut membantu menetralkan aroma khas daging sekaligus membuat masakan lebih harum dan menggugah selera.
Cara mengolah daging kurban agar tidak alot sebenarnya cukup sederhana jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Mulai dari proses istirahat daging, cara memotong, penggunaan bahan alami, hingga metode memasak semuanya memengaruhi hasil akhir masakan.
Dengan pengolahan yang benar, daging kurban bisa menjadi hidangan lezat, empuk, dan disukai seluruh anggota keluarga saat Iduladha.

