Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bangunan Terdampak Penataan Sungai Berpeluang Dapat Ganti Untung

    Juni 9, 2026

    Kejari Samarinda Dalami Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemkot di Palaran

    Juni 9, 2026

    Gandeng Kejari Pemkot Samarinda Telusuri Dugaan Pemanfaatan Ilegal Lahan 30 Hektare di Palaran

    Juni 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Angka Stunting di Bontang Terus Meningkat, Program Kesehatan Wilayah Pesisir Perlu Diperkuat
    DPRD Bontang

    Angka Stunting di Bontang Terus Meningkat, Program Kesehatan Wilayah Pesisir Perlu Diperkuat

    SittiBy SittiOktober 10, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Bontang Muhammad Yusuf.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Kenaikan angka stunting di Kota Bontang pada Agustus 2024 menjadi perhatian serius, terutama di wilayah pesisir seperti Kelurahan Bontang Lestari yang mencatat prevalensi stunting tertinggi.

    Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di kota ini mencapai 20,6 persen, naik dari 18 persen pada Bulan Juli. Dari 431 anak di wilayah pesisir Bontang Lestari, 166 balita terdiagnosis mengalami stunting.

    Anggota DPRD Kota Bontang Muhammad Yusuf mengemukakan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi masalah ini. Menurutnya, stunting tidak bisa ditangani hanya oleh satu instansi, tetapi membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

    “Stunting ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau puskesmas. Ini tanggung jawab kita semua, termasuk pemerintah, masyarakat dan DPRD. Saya yang berada di Komisi I DPRD sangat menekankan pentingnya sinergi untuk mengatasi masalah ini,” ujar Yusuf.

    Salah satu faktor utama penyebab meningkatnya angka stunting di Bontang adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pemantauan kesehatan balita di posyandu. Yusuf menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan rutin dan pemantauan gizi balita. Padahal, langkah ini sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah stunting sejak dini.

    “Kita harus mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam memantau kesehatan anak-anak mereka. Jika pemantauan di posyandu berjalan baik, kita bisa mendeteksi lebih awal masalah-masalah terkait gizi,” jelasnya.

    Politikus PKB itu menegaskan bahwa wilayah-wilayah dengan prevalensi tinggi, seperti Bontang Lestari harus menjadi fokus utama dalam penanganan stunting. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan harus bersama-sama memperkuat program yang mendukung kesehatan balita, terutama di daerah pesisir yang rentan.

    “Kita perlu memperkuat kolaborasi dengan semua stakeholder, termasuk tenaga kesehatan, aparat kelurahan dan organisasi masyarakat, agar program penurunan stunting ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tambah Yusuf.

    Ia juga menyampaikan komitmen DPRD untuk mendukung penuh upaya penanganan stunting di Kota Bontang, dengan memastikan alokasi anggaran dan kebijakan yang tepat untuk program kesehatan masyarakat.

    “Kami di DPRD akan mendukung kebijakan yang berpihak pada pengentasan stunting. Semua program yang bermanfaat untuk masyarakat akan selalu kita dorong,” tutupnya.

    DPRD Bontang Muhammad Yusuf Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Percepat Penurunan Stunting, Kepala BKKBN Kaltim Dorong Sinkronisasi Data RLTH

    Juni 8, 2026

    Wawali Samarinda Tekankan Peran Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bangunan Terdampak Penataan Sungai Berpeluang Dapat Ganti Untung

    SittiJuni 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Warga yang terdampak penataan kawasan sempadan sungai di Samarinda berpeluang mendapatkan kompensasi…

    Kejari Samarinda Dalami Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemkot di Palaran

    Juni 9, 2026

    Gandeng Kejari Pemkot Samarinda Telusuri Dugaan Pemanfaatan Ilegal Lahan 30 Hektare di Palaran

    Juni 9, 2026

    Jogging Usai Hujan Jadi Favorit Banyak Orang, Ini Alasannya

    Juni 9, 2026

    Jangan Lupakan Budaya di Tengah Gempuran Gadget

    Juni 9, 2026
    1 2 3 … 3,133 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.