Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    September 19, 2026

    Mikroplastik Ada di Air Hujan hingga Tubuh Manusia, Seberapa Berbahaya?

    September 19, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Angka Stunting di Bontang Terus Meningkat, Program Kesehatan Wilayah Pesisir Perlu Diperkuat
    DPRD Bontang

    Angka Stunting di Bontang Terus Meningkat, Program Kesehatan Wilayah Pesisir Perlu Diperkuat

    AminahBy AminahOktober 10, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Bontang Muhammad Yusuf.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Kenaikan angka stunting di Kota Bontang pada Agustus 2024 menjadi perhatian serius, terutama di wilayah pesisir seperti Kelurahan Bontang Lestari yang mencatat prevalensi stunting tertinggi.

    Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di kota ini mencapai 20,6 persen, naik dari 18 persen pada Bulan Juli. Dari 431 anak di wilayah pesisir Bontang Lestari, 166 balita terdiagnosis mengalami stunting.

    Anggota DPRD Kota Bontang Muhammad Yusuf mengemukakan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi masalah ini. Menurutnya, stunting tidak bisa ditangani hanya oleh satu instansi, tetapi membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

    “Stunting ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau puskesmas. Ini tanggung jawab kita semua, termasuk pemerintah, masyarakat dan DPRD. Saya yang berada di Komisi I DPRD sangat menekankan pentingnya sinergi untuk mengatasi masalah ini,” ujar Yusuf.

    Salah satu faktor utama penyebab meningkatnya angka stunting di Bontang adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pemantauan kesehatan balita di posyandu. Yusuf menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan rutin dan pemantauan gizi balita. Padahal, langkah ini sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah stunting sejak dini.

    “Kita harus mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam memantau kesehatan anak-anak mereka. Jika pemantauan di posyandu berjalan baik, kita bisa mendeteksi lebih awal masalah-masalah terkait gizi,” jelasnya.

    Politikus PKB itu menegaskan bahwa wilayah-wilayah dengan prevalensi tinggi, seperti Bontang Lestari harus menjadi fokus utama dalam penanganan stunting. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan harus bersama-sama memperkuat program yang mendukung kesehatan balita, terutama di daerah pesisir yang rentan.

    “Kita perlu memperkuat kolaborasi dengan semua stakeholder, termasuk tenaga kesehatan, aparat kelurahan dan organisasi masyarakat, agar program penurunan stunting ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tambah Yusuf.

    Ia juga menyampaikan komitmen DPRD untuk mendukung penuh upaya penanganan stunting di Kota Bontang, dengan memastikan alokasi anggaran dan kebijakan yang tepat untuk program kesehatan masyarakat.

    “Kami di DPRD akan mendukung kebijakan yang berpihak pada pengentasan stunting. Semua program yang bermanfaat untuk masyarakat akan selalu kita dorong,” tutupnya.

    DPRD Bontang Muhammad Yusuf Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    Ratu ArifanzaSeptember 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Masjid yang berada di kawasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tak…

    Mikroplastik Ada di Air Hujan hingga Tubuh Manusia, Seberapa Berbahaya?

    September 19, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Usia 30 Tahun, Idealnya Punya Tabungan Sebesar Gaji Setahun? Ini Patokan dan Cara Mengejarnya

    September 19, 2026
    1 2 3 … 3,351 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.