Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin menegaskan Kota Samarinda tetap menargetkan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendatang meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemangkasan transfer keuangan daerah.
Menurut Muslimin alokasi anggaran kontingen Samarinda diperkirakan berada pada kisaran Rp7,5 miliar hingga Rp10 miliar. Meski tergolong terbatas, target juara umum tetap dipertahankan dengan mengedepankan efisiensi penggunaan anggaran.
“Sampai hari ini kita belum memastikan anggarannya, tapi yang jelas alokasi anggaran sekitar Rp7,5 miliar sampai Rp10 miliar. Samarinda itu kontingen yang paling hemat dibanding daerah lain, tapi targetnya tetap juara umum,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia mengatakan komitmen pemerintah kota terhadap pembinaan olahraga tidak perlu diragukan. Disporapar, kata dia, memiliki tanggung jawab dalam pembinaan cabang olahraga sebagaimana diamanatkan undang-undang dan program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Kalau bicara komitmen jangan ditanya lagi. Bukan 100 persen, tetapi 1.000 persen kami berkomitmen membantu pembinaan olahraga,” tegasnya.
Muslimin menyebut komitmen tersebut tercermin dari capaian olahraga Samarinda selama ini. Hampir 70 persen atlet Kalimantan Timur yang tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) berasal dari Samarinda. Selain itu, Kota Tepian juga sukses meraih gelar juara umum pada Porprov Kaltim sebelumnya di Berau.
Ia mengaku Samarinda juga memiliki fasilitas olahraga yang relatif lebih lengkap dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur, meski masih terdapat beberapa cabang olahraga yang harus menggunakan tempat latihan sewa.
Di tengah keterbatasan anggaran, pembinaan atlet tetap berjalan. Ia menjelaskan cabang olahraga saat ini masih berada pada tahap persiapan umum sebelum memasuki persiapan khusus dalam dua bulan ke depan.
“Sekarang cabang olahraga masih dalam rangka persiapan umum. Dua bulan kemudian mereka masuk persiapan khusus yang sudah berbicara teknis pertandingan. Latihan tidak lagi fokus pada fisik karena fisik sudah terbentuk pada persiapan umum,” terangnya.
Ia menambahkan pemangkasan keuangan daerah memang berdampak pada bantuan yang dapat diberikan kepada cabang olahraga. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat pembinaan atlet yang dipersiapkan menghadapi berbagai ajang, mulai dari Porprov, Pra-PON, PON hingga SEA Games.
“Memang saat ini kondisi keuangan kita terbatas, tetapi tidak mengurangi semangat kita membantu cabang olahraga,” pungkasnya.

