Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    Mei 26, 2026

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Andi Harun Bantah Pernyataan Kadinkes Kaltim, Sebut Tidak Ada Pembahasan Soal JKN
    Samarinda

    Andi Harun Bantah Pernyataan Kadinkes Kaltim, Sebut Tidak Ada Pembahasan Soal JKN

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 11, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat menanggapi Kadinkes Kaltim (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyebut kebijakan terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan merupakan keputusan sepihak, dan telah melalui proses Koordinasi.

    Menurut Andi Harun, klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Ia menegaskan tidak pernah ada pembahasan bersama, antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota terkait kebijakan tersebut.

    “Itu tidak benar, yang terjadi hanya pada bulan Februari melalui zoom meeting. Itu pun hanya pemberitahuan sepihak, bukan pembahasan,” tegasnya, Sabtu 11 April 2026.

    Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinkes telah memberikan masukan dan peringatan, namun tidak ada ruang diskusi yang substansial.

    “Itu hanya menyampaikan rencana, bukan forum pembahasan. Kalau disebut pembahasan, harusnya ada dialog dua arah dan kesepakatan bersama,” ujarnya.

    Andi Harun juga menyoroti waktu penyampaian kebijakan yang dinilai tidak tepat, mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah ditetapkan pada akhir tahun sebelumnya.

    “APBD itu ditutup pada November atau paling lambat Desember. Sementara penyampaian baru dilakukan Februari. Ini jelas tidak sinkron,” katanya.

    Lanjutnya, ia meminta agar polemik yang berkembang tidak bergeser dari substansi utama, yakni pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga miskin di Samarinda.

    “Fokus kita ini pelayanan publik pelayanan kesehatan bagi sekitar 49.742 warga. Jangan digeser ke isu lain seperti mampu atau tidak mampu, atau tudingan hoaks,” tegasnya.

    Ia juga menantang pihak terkait untuk membuka forum bersama, guna membahas persoalan tersebut secara transparan.

    “Kalau memang ingin membuktikan, mari kita buka forum. Saya siap mempertanggungjawabkan pernyataan saya. Kalau salah, saya akan akui salah,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu Andi Harun turut menyampaikan keyakinannya bahwa Gubernur Kaltim tidak mengetahui secara detail kebijakan tersebut.

    “Saya tidak yakin Gubernur mengetahui ini. Tidak mungkin beliau mengambil langkah seperti ini, karena komitmennya jelas pro-rakyat,” ungkapnya.

    Persoalan ini bukan menyangkut individu, melainkan kepentingan masyarakat luas yang harus disikapi secara objektif.

    “Ini bukan soal pribadi atau jabatan. Ini menyangkut rakyat banyak. Kita harus menempatkan kepentingan publik di atas segalanya,” tutupnya.

    Andi Harun APBD Dinkes Kaltim JKN
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    Mei 26, 2026

    7 Komisioner KPID Kaltim Resmi Dilantik, Pengawasan Media Digital Jadi Tantangan Baru

    Mei 26, 2026

    Sempat Ditawar Pengusaha, Bejo Asal Samarinda Ini Akhirnya Dipilih Jadi Kurban Presiden

    Mei 24, 2026

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    Mei 23, 2026

    Kenapa Samarinda Akhir-Akhir Ini Sering Hujan? Kadang Cuma Satu Daerah yang Diguyur Deras

    Mei 23, 2026

    Pemkot Samarinda Kejar 80 Persen Transaksi Pajak Berbasis Non Tunai

    Mei 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    R’syaMei 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN (Lembaga Administrasi Negara) RI…

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026

    Polemik Grup Chat DPRD Kaltim Masuk Ranah Etik, BK Siapkan Pemanggilan dan Mediasi

    Mei 26, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026
    1 2 3 … 3,107 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.