Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ketika Gasing Mulai Hilang dari Permainan Anak, Guru di Long Kali Memilih Bertindak

    Juli 8, 2026

    Messi Kokoh di Puncak, Catat 21 Gol dan Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

    Juli 8, 2026

    PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim

    Juli 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual
    DPRD Samarinda

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    SittiBy SittiJuli 8, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks:Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda ternyata tidak memegang kendali penuh dalam penentuan akurasi data jarak rumah pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

    Alih-alih bekerja otomatis menggunakan sistem digital mutakhir, penentuan titik koordinat domisili calon peserta didik dari rumah ke sekolah tujuan kedapatan masih bertumpu pada input data manual oleh operator sekolah.

    Kondisi tersebut memicu sorotan tajam dari legislatif yang menilai sistem pendaftaran sekolah berbasis daring di Samarinda belum terintegrasi secara ideal.

    Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Ronal Stephen Lonteng mengaku kekecewa setelah mengetahui performa sistem digital yang diadopsi pemerintah kota.

    Ia membeberkan bahwa aplikasi yang digunakan dalam pendaftaran jalur domisili dan zonasi tahun ini masih mengandalkan platform lama.

    “Kami pikir menggunakan aplikasi terbaru, ternyata aplikasi itu adalah aplikasi tahun 2024. Kami garis bawahi bahwasanya Diskominfo hanya melayani terkait ruang informasi pendaftaran jalur domisili,” ujar Ronal, Senin, 6 Juli 2026.

    Ronal menilai, sebagai kota yang tengah gencar menggalakkan digitalisasi pelayanan publik, sinkronisasi data jarak spasial SPMB semestinya sudah berjalan otomatis tanpa campur tangan manual yang berpotensi memicu kesalahan input.

    Pihaknya terkejut saat mengetahui bahwa sirkulasi data letak domisili masih harus melalui tahapan berjenjang dari operator sekolah ke kepala sekolah sebelum akhirnya ditampung oleh Diskominfo.

    “Posisi apa yang digunakan hari ini dari rumah ke sekolah itu masih bertumpu kepada sistem manual yang dilaksanakan oleh operator sekolah untuk memasukkan alamat rumah ke sekolah tujuan. Kalau bicara sistem digital, harusnya sudah membaca otomatis secara tersistem, tidak ada lagi yang manual,” terangnya.

    Selain persoalan jalur domisili, Komisi I juga mengkritisi minimnya sosialisasi Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda mengenai pelonggaran syarat jalur afirmasi bagi masyarakat miskin.

    Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 03 Tahun 2025, syarat afirmasi tidak lagi kaku mengunci indikator data desil kemiskinan ekstrem, melainkan bisa diakomodasi melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Program Indonesia Pipit (PIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan.

    Akibat sosialisasi yang tidak meluas, banyak warga tidak mampu kehilangan haknya karena bingung menghadapi penolakan sistem akibat status desil mereka.

    Ronal juga mendesak Dinas Pendidikan segera mengklarifikasi rumor yang beredar di masyarakat mengenai adanya pembukaan pendaftaran SPMB tahap kedua yang digelar secara manual di luar sistem resmi. Informasi yang tidak transparan ini dinilai rawan memicu praktik titipan atau manipulasi kursi sekolah.

    “Apakah betul ada pendaftaran tahap kedua yang dilaksanakan secara manual? Kami ragu. Kami memohon dan meminta kepada Dinas Pendidikan kalau memang ada aturan yang diberlakukan, tolong disampaikan secara terbuka ke publik. Jangan sampai ini hanya menjadi informasi di lorong-lorong,” tandasnya.

     

    Diskominfo Samarinda DPRD Samarinda SPMB SPMB 2026
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    74,4 Persen Orang Tua Paham Alur SPMB 2026, Kelompok Pendidikan Rendah Masih Terkendal

    Juli 8, 2026

    Anggaran Perkim Samarinda Turun Drastis, 700 Laporan Kerusakan Lampu Jalan Tertahan

    Juli 7, 2026

    Defisit 23 Persen Air Bersih, Fraksi Golkar Ingatkan Pemkot Samarinda Setop Proyek Mercusuar

    Juli 7, 2026

    Pelayanan Digital Samarinda Baru Menyentuh Kecamatan, Kelurahan Didorong Segera Berbenah

    Juli 7, 2026

    Guru 17 TK Negeri di Samarinda Kehilangan Alokasi Bosda 2026

    Juli 7, 2026

    433 Kursi SMPN di Samarinda Masih Kosong, Terbanyak di Palaran dan Samarinda Utara

    Juli 7, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Ketika Gasing Mulai Hilang dari Permainan Anak, Guru di Long Kali Memilih Bertindak

    R’syaJuli 8, 2026

    Insitekaltim, Paser – Permainan gasing yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak di Kabupaten Paser…

    Messi Kokoh di Puncak, Catat 21 Gol dan Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

    Juli 8, 2026

    PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026

    74,4 Persen Orang Tua Paham Alur SPMB 2026, Kelompok Pendidikan Rendah Masih Terkendal

    Juli 8, 2026
    1 2 3 … 3,198 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.