Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    Lulusannya Langka! Jurusan Kuliah Ini Malah Jadi Rebutan Korporasi Besar

    Juni 4, 2026

    Pemprov Kaltim Genjot Tuntaskan Listrik Masuk Wilayah Pedalaman dan Terpencil

    Juni 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Anak Muda Kini Jadi Kelompok Rentan Penyakit Gagal Ginjal Dibanding Lansia
    Kesehatan

    Anak Muda Kini Jadi Kelompok Rentan Penyakit Gagal Ginjal Dibanding Lansia

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Deretan minuman manis cepat saji yang menjadi pavorit anak muda (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Gagal ginjal, kini tidak lagi identik dengan penyakit usia lanjut. Tren menunjukkan, semakin banyak kasus ditemukan pada kelompok usia produktif yang memiliki pola konsumsi minuman manis tinggi.

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang berbicara tentang biaya kesehatan yang ditanggung negara mengaku, meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gagal ginjal yang banyak diderita anak-anak berusia produktif.

    Penyakit ini menguras Rp13 triliun uang negara dan biaya yang ditanggung meningkat lebih dari 400 persen dalam enam tahun terakhir.

    Data BPJS Kesehatan periode 2019–2025 menunjukkan, penyakit ginjal menjadi penyumbang biaya katastropik terbesar dengan kenaikan pembiayaan lebih dari 400 persen.

    Angka tersebut jauh melampaui peningkatan biaya penyakit jantung dan stroke yang berada di kisaran 38–40 persen. Pada 2025, biaya penanganan gagal ginjal yang ditanggung BPJS Kesehatan mencapai Rp13 triliun.

    Ia menjelaskan, kebiasaan mengonsumsi minuman manis di kalangan anak-anak Indonesia menjadi sorotan serius.

    Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lebih dari 50 persen anak usia tiga hingga 14 tahun tercatat, mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. Menjadikannya kelompok dengan tingkat konsumsi tertinggi ,dibandingkan kelompok usia lainnya.

    Data SKI 2023 menunjukkan proporsi konsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari mencapai 51,4 persen pada anak usia 3–4 tahun, 53,0 persen pada usia 5–9 tahun, dan 50,7 persen pada usia 10–14 tahun.

    Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di level 47,5 persen.

    Menteri Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis. Secara berlebihan, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gagal ginjal.

    Satu gelas minuman manis cepat saji, dapat mengandung gula dalam jumlah tinggi. Bahkan mendekati atau melebihi batas konsumsi harian, yang dianjurkan. Karena itu, masyarakat, khususnya anak muda, diminta lebih bijak dalam memilih minuman demi mencegah risiko penyakit kronis di masa mendatang.

    Tingginya konsumsi minuman manis sejak usia dini menjadi sinyal perlunya edukasi dan perubahan pola hidup sehat agar generasi muda terhindar dari ancaman penyakit tidak menular yang semakin meningkat.

     

    Budi Gunadi Sadikin Gagal Ginjal Kesehatan Menteri Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Semua Petugas Rumah Sakit Wajib Pahami Keselamatan Pasien

    Juni 4, 2026

    Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Kaltim Meninggal di Tanah Suci, Dua Akibat Serangan Jantung

    Juni 3, 2026

    Kasus Ring Jantung RSUD AWS, Kemenkes dan Majelis Profesi Turun Tangan

    Juni 2, 2026

    Kasus Dugaan Malapraktik di AWS Jadi Ujian Kepercayaan Publik, Dewas Turun Evaluasi

    Juni 1, 2026

    Telur Rebus Jadi Mulus dan Tidak Retak, Cukup Tambahkan Satu Sendok Bumbu Ini

    Mei 31, 2026

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    Mei 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    R’syaJuni 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda melakukan klarifikasi…

    Lulusannya Langka! Jurusan Kuliah Ini Malah Jadi Rebutan Korporasi Besar

    Juni 4, 2026

    Pemprov Kaltim Genjot Tuntaskan Listrik Masuk Wilayah Pedalaman dan Terpencil

    Juni 4, 2026

    Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe

    Juni 4, 2026

    Kondisi Ekonomi Kian Menantang, Padel Tetap Ramai di Samarinda

    Juni 4, 2026
    1 2 3 … 3,121 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.