Insitekaltim, Samarinda – Peta politik menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 mulai menunjukkan geliat. Ketua DPC PDIP Kota Samarinda Iswandi, membuka peluang dirinya maju dalam kontestasi politik apabila mendapat mandat dari partai, mulai dari posisi calon wali kota hingga gubernur.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PDIP Samarinda mulai menyiapkan kader internal menghadapi pertarungan politik mendatang. Meski belum menetapkan calon, partai berlambang banteng moncong putih itu menegaskan memiliki sejumlah kader yang siap ditugaskan.
Iswandi mengatakan, sebagai kader partai dirinya tidak memiliki batasan terhadap jabatan politik yang akan diemban. Menurutnya, setiap kader harus siap menjalankan instruksi partai ketika mendapat kepercayaan.
“Kalau saya sebagai kader partai ditugaskan, tentu siap. Jangankan jadi wali kota, jadi gubernur pun saya siap kalau memang itu perintah dan penugasan partai,” kata Iswandi di Kantor DPD PDIP Kaltim, Minggu, 21 Juni 2026.
Namun, keputusan pencalonan bukan berada di tingkat daerah semata. Mekanisme penjaringan hingga penetapan calon tetap menjadi kewenangan struktur partai, mulai dari DPC, DPD hingga keputusan akhir di DPP PDIP.
Ia menyebut PDIP tidak hanya melihat satu figur, tetapi akan mempertimbangkan kader maupun tokoh yang memiliki kedekatan dengan partai dan dinilai mampu memimpin daerah.
“PDIP tentu ingin mengusung kader terbaiknya. Bisa dari anggota fraksi, kader di luar fraksi, maupun tokoh yang memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan dan dianggap mampu memimpin,” ujarnya.
Di tengah munculnya nama-nama yang mulai masuk bursa Pilwali Samarinda 2029, termasuk Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah yang disebut mendapat dukungan internal Partai Gerindra, Iswandi menyebut komunikasi politik masih terlalu dini untuk diarahkan pada koalisi atau pasangan calon tertentu.
Menurutnya, dinamika politik masih sangat terbuka dan masing-masing partai masih memiliki tahapan internal sebelum menentukan sikap.
“Tidak ada pembicaraan soal itu. Masih terlalu dini untuk membahas ke arah sana. Biar masyarakat dan pengamat yang menafsirkan. Kita di partai masih fokus pada mekanisme yang harus dilalui,” jelasnya.
Meski demikian, Iswandi tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama politik dengan berbagai pihak. politik selalu bergerak dinamis dan keputusan akhir akan bergantung pada kepentingan partai serta hasil komunikasi politik menjelang tahapan Pilkada.

