Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir
    Pendidikan

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 28, 2026Updated:Oktober 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi transisi dari pendidikan formal menuju keterampilan praktis hingga menjadi profesional siap kerja (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kemampuan memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi dan beradaptasi dengan perubahan teknologi menjadi keterampilan yang masih perlu diperkuat mahasiswa Teknologi Informasi (TI) untuk menghadapi dunia kerja.

    Dosen Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Aam Shodiqul Munir menilai kurikulum TI saat ini masih relevan dengan kebutuhan industri karena penyusunannya turut melibatkan pihak industri. Menurutnya dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan fundamental seperti pemrograman, tetapi juga kemampuan berpikir analitis dan kolaborasi.

    “Yang sering aku temui adalah kemampuan problem solving (pemecahan masalah) pada masalah-masalah yang benar-benar terjadi di sekitar kita. Bagaimana cara melihat menganalisa suatu permasalahan kemudian membuat solusi yang diimplementasikan secara nyata,” kata Aam saat dihubungi wartawan Insitekaltim, Jumat, 28 Agustus 2026.

    Di tengah perkembangan teknologi, Aam menilai penggunaan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) atau AI tidak dapat dihindari. AI dinilai menjadi ancaman jika menggantikan proses berpikir mahasiswa. Sebaliknya teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk brainstorming (curah gagasan) dalam mencari solusi. Karena itu metode pembelajaran perlu menyesuaikan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kemampuan dasar keilmuan.

    Aam juga menilai teori dasar tidak perlu dipertentangkan dengan kebutuhan industri. Menurutnya teori merupakan dasar keilmuan sedangkan framework (kerangka kerja) menjadi media untuk menerapkan dasar tersebut dalam teknologi.

    “Fundamental teori itu core theory-nya (teori inti) sedangkan framework-framework (kerangka kerja) itu media untuk mengimplementasikan fundamental teori itu,” ujarnya.

    Selain kemampuan teknis Aam menekankan pentingnya tanggung jawab informasi keamanan informasi dan privasi data. Mahasiswa yang nantinya membangun sistem informasi harus memahami batasan dalam mengelola maupun membuka data. Menurutnya pemahaman etika teknologi tidak cukup diberikan sebagai satu materi, tetapi perlu dibiasakan melalui berbagai mata kuliah.

    Untuk menghadapi dunia kerja ke depan, Aam menyebut tiga kemampuan yang perlu dimiliki lulusan TI. Ketiganya yakni kemampuan teknis kemampuan menyelesaikan masalah atau problem solving (pemecahan masalah) serta kemampuan beradaptasi. Kemampuan beradaptasi penting karena perkembangan teknologi di bidang TI berlangsung sangat cepat sehingga lulusan harus terus belajar mengikuti perubahan.

    Terkait fenomena lulusan Teknik Informatika yang bekerja di luar bidang TI Aam menilai kondisi tersebut tidak bisa disebabkan oleh satu atau dua faktor. Persaingan kerja yang semakin ketat dapat memengaruhi pilihan lulusan dalam menentukan pekerjaan. Selain itu, faktor lingkungan, keluarga hingga tempat tinggal juga dapat berpengaruh.

    Menurut Aam perguruan tinggi tidak dapat menentukan setiap lulusan harus bekerja sesuai bidangnya. Hal yang bisa dilakukan kampus adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa agar lebih siap dan memiliki daya serap yang baik di dunia kerja.

    “Intinya banyak faktornya. Jadi tidak bisa kita bilang faktornya satu atau dua tugas kita di kampus yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bekerja,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    SintaOktober 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Mencari pekerjaan bukan sekadar menemukan lowongan yang sesuai, tetapi juga memastikan posisi…

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026

    Saefuddin Harap PERDESTI Perkuat Profesionalisme Dokter Estetika

    Oktober 18, 2026

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    Oktober 18, 2026
    1 2 3 … 3,391 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.