Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kenapa Salt Bread Makin Dilirik? Roti Jepang yang Menembus Tren Bakery

    Agustus 24, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    Agustus 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Agusriansyah Ridwan Desak Penanganan Terpadu Banjir di Kaltim
    DPRD Kaltim

    Agusriansyah Ridwan Desak Penanganan Terpadu Banjir di Kaltim

    MartinusBy MartinusJuli 26, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda –Anggota DPRD Kalimantan Timur Agusriansyah Ridwan menegaskan perlunya penanganan yang serius terhadap bencana banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

    Menurutnya, persoalan banjir telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan dan harus segera dimasukkan ke dalam prioritas perencanaan pembangunan daerah secara sistematis dan terukur.

    Agusriansyah menyatakan bahwa bencana banjir tidak lagi bisa dianggap sebagai kejadian musiman biasa.

    Ia mencontohkan kondisi terkini di Kabupaten Berau yang dilanda banjir cukup parah hingga menyebabkan sejumlah rumah warga hanyut terbawa arus sungai. Situasi serupa juga terjadi di Sangatta, Kutai Timur, yang menurutnya sudah sangat rentan tergenang hanya oleh hujan berintensitas sedang.

    “Kita bisa lihat kemaren di Berau itu banyak rumah yang hanyut. Sangatta itu asal hujan sedikit hanyut juga,” kata Agusriansyah, Jumat, 25 Juli 2025.

    Ia mengkritik penanganan banjir yang selama ini dinilainya bersifat parsial dan sektoral. Pendekatan semacam itu, menurutnya, tidak akan pernah mampu menjawab persoalan banjir secara menyeluruh.

    Ia menilai akar masalah yang kompleks menuntut respons lintas sektor yang terkoordinasi dan berbasis pada data serta kajian yang kuat.

    Untuk itu, Agusriansyah mengusulkan pembentukan tim terpadu yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan.

    Tim ini harus melibatkan unsur pemerintah daerah, dinas teknis terkait, serta pelaku usaha, khususnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan rawan banjir.

    Kolaborasi antarlembaga tersebut, menurutnya, penting untuk merumuskan strategi jangka menengah dan panjang.

    “Harus ada tim terpadu yang mulai memikirkan bagaimana lima tahun ke depan ini untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ini,” tegasnya.

    Agusriansyah juga menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi dalam merespons bencana banjir yang semakin sering terjadi. Ia menilai, selama ini kebijakan yang diambil lebih bersifat reaktif dan tidak berbasis pada perencanaan mitigasi risiko yang matang.

    Padahal, lanjutnya, banjir merupakan fenomena yang dapat diprediksi dan disiapkan langkah antisipasinya sejak dini. Ia menekankan bahwa persoalan banjir tidak dapat dilepaskan dari tata kelola lingkungan yang buruk, terutama di sepanjang daerah aliran sungai.

    Menurutnya, maraknya aktivitas pertambangan, pembukaan lahan, dan perluasan perkebunan tanpa pengawasan yang ketat telah menyebabkan daya dukung lingkungan menurun drastis. Situasi ini diperparah oleh lemahnya pengawasan terhadap izin-izin usaha yang diberikan tanpa mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang.

    Karena itu, ia mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin usaha yang berada di kawasan strategis pengendalian banjir.

    Evaluasi ini, menurutnya, harus menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana yang lebih komprehensif dan tidak semata-mata dilakukan ketika banjir sudah terjadi.

    Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kutai Timur, Bontang, dan Berau, Agusriansyah menegaskan bahwa suara masyarakat terdampak harus menjadi perhatian utama pemerintah provinsi.

    Ia berharap seluruh kebijakan pembangunan di masa mendatang menempatkan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan sebagai pijakan utama.

    “Kita tidak ingin setiap tahun warga kehilangan rumah, harta benda, dan bahkan nyawa hanya karena ketidaksiapan kita menghadapi banjir yang seharusnya bisa dicegah,” ujarnya.

    Ia menyerukan pembentukan badan atau forum koordinasi penanganan banjir yang memiliki kewenangan eksekutif di lapangan.

    Menurutnya, tanpa kelembagaan yang kuat dan komitmen politik yang tinggi, berbagai upaya penanggulangan hanya akan menjadi agenda tahunan tanpa realisasi yang nyata.

    Agusriansyah mengingatkan bahwa waktu untuk menunda sudah habis. Langkah konkret dan terukur harus segera diambil demi melindungi warga dari ancaman bencana yang seharusnya tidak lagi menjadi kejutan. (Adv)

    Agusriansyah Ridwan Banjir Kabupaten Berau
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Banjir dan Sampah Masih Jadi Persoalan, Normalisasi Drainase hingga Edukasi Warga Diperkuat

    Juli 12, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kenapa Salt Bread Makin Dilirik? Roti Jepang yang Menembus Tren Bakery

    R’syaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dunia bakery kembali diramaikan oleh roti dengan tampilan sederhana. Salt bread atau…

    Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Jadi Kabar Positif Bagi Perkebunan Sawit Kaltim

    Agustus 23, 2026

    Tantangan 81K Ubah Kebiasaan ASN Samarinda, dari Jalan Mulai Bisa Lari

    Agustus 23, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026
    1 2 3 … 3,293 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.