Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    September 25, 2026

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Komisi IV DPRD Kaltim Adakan Rapat Dengan Dinsos, Rusman Ya’qub : Pemetaan Terkait Data Masih Terlihat Kabur
    DPRD Kaltim

    Komisi IV DPRD Kaltim Adakan Rapat Dengan Dinsos, Rusman Ya’qub : Pemetaan Terkait Data Masih Terlihat Kabur

    AdminBy AdminNovember 18, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim gelar rapat di Lantai 3 Gedung D komplek DPRD Kaltim, bersama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kaltim, Senin (18/11/2019).
    Ketua Komisi IV, Drs. H. Rusman Ya’qub, S. Pd., M.Si. yang ditemui usai rapat bersama Dinsos menegaskan, bahwa pembahasan dengan Dinsos yakni, permintaan Komisi IV untuk diberikan data.
    “Karena kami menganggap selama ini database tentang masyarakat Kaltim sangat rentan,” ungkapnya.
    Rusman menyampaikan, hingga kini, pemetaan terkait data masih terlihat kabur antara instansi satu dengan instansi yang lainnya.
    “Karena pendataanya berbeda, makanya mau kita satukan,” imbuhnya.
    Ia juga mencontohkan beberapa kasus, seperti data karyawan, dimana nama karyawan di sebuah perusahaan seharusnya terdaftar sebagai penduduk di tempat itu.
    “Namun faktanya, di lapangan ada masyarakat yang bekerja di perusahaan di daerah itu, malah tidak terdata di Disnaker dan di Dinsos. Bahkan tidak terdaftar di Dinas Kependudukan Kabupaten Kota. Ironisnya, baru ketahuan ketika ada suatu masalah,” jelasnya.
    Contoh kasus lainnya yang terjadi di Kutai Timur, yaitu pada Perusahaan Sawit yang bermasalah dengan karyawannya. Setelah ditelusuri, ternyata disinyalir, bisa saja perusahaan tidak mendaftarkan karyawannya secara baik.
    “Dampaknya apa? Yaitu soal jaminan kesehatan. BPJS juga menunggu, karena reading sector untuk data-data tentang penjaminan itu bersumber dari Dinsos,” kata Rusman.
    Komisi IV berkeinginan, karyawan yang bekerja di perusahaan, seharusnya terdaftar di Dinsos dan Dinas Kependudukan di Kabupaten tersebut.
    “Artinya harus ada link dengan Dinsos, dan adanya link dengan Disnaker juga. Karena statusnya sebagai karyawan, lalu adanya link dengan BPJS,” tegasnya.
    Rusman ingin adanya database yang sama, sehingga di manapun bersangkutan berada, datanya terekam semua.
    “Kan dia penduduk disitu, masyarakat itu kan bisa naik turun statusnya. Mestinya kita tidak kalang kabut, karena datanya sudah jelas,” tambahnya.
    Dan untuk pendatang yang bekerja di Samarinda, semestinya diberlakukan undang-undang perpindahan. Namun, ini tidak berjalan dengan baik.
    “Masih ada karyawan yang bekerja di kita, tapi kita tidak tahu. Saat bermasalah, kita baru tahu ternyata dia bekerja disini, model-model seperti ini yang mau kita rapikan,” tuturnya.
    Ia juga minta kepada Dinsos terkait aset, terutama untuk Panti Sosialnya. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya ingin mengetahui kondisi sekarang, intinya tidak hanya panti jompo ataupun rehabilitas, namun semua Panti Soial yang terkait.
    “Kemudian juga kaitannya dengan visi Dinas Sosial, kaitannya dengan IKN seperti apa? Kenapa kita harus berpikir seperti itu, karena pastinya nanti ada lonjakan penduduk. Ketika ada lonjakan penduduk, pastinya ada tekanan sosial yang baru. Lalu bagaimana Dinsos mengantisipasinya? Kan itu perlu dan penting, namun sekarang ini tidak dilakukan. Jadi seperti itu yang kita pertanyakan pada Dinsos,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    IraSeptember 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran cadangan pangan pemerintah ke wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya…

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026
    1 2 3 … 3,363 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.