Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Parkir Berlangganan Dinilai Berpotensi Bebani Masyarakat, DPRD Samarinda Soroti Keadilan Kebijakan

    April 22, 2026

    Kerusakan Minim Pasca Aksi 21 April, Andi Harun Apresiasi Kesadaran Warga Samarinda

    April 22, 2026

    PAD Samarinda Lampaui Target, Kemandirian Fiskal Mulai Menguat

    April 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Komisi IV DPRD Kaltim Adakan Rapat Dengan Dinsos, Rusman Ya’qub : Pemetaan Terkait Data Masih Terlihat Kabur
    DPRD Kaltim

    Komisi IV DPRD Kaltim Adakan Rapat Dengan Dinsos, Rusman Ya’qub : Pemetaan Terkait Data Masih Terlihat Kabur

    AdminBy AdminNovember 18, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim gelar rapat di Lantai 3 Gedung D komplek DPRD Kaltim, bersama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kaltim, Senin (18/11/2019).
    Ketua Komisi IV, Drs. H. Rusman Ya’qub, S. Pd., M.Si. yang ditemui usai rapat bersama Dinsos menegaskan, bahwa pembahasan dengan Dinsos yakni, permintaan Komisi IV untuk diberikan data.
    “Karena kami menganggap selama ini database tentang masyarakat Kaltim sangat rentan,” ungkapnya.
    Rusman menyampaikan, hingga kini, pemetaan terkait data masih terlihat kabur antara instansi satu dengan instansi yang lainnya.
    “Karena pendataanya berbeda, makanya mau kita satukan,” imbuhnya.
    Ia juga mencontohkan beberapa kasus, seperti data karyawan, dimana nama karyawan di sebuah perusahaan seharusnya terdaftar sebagai penduduk di tempat itu.
    “Namun faktanya, di lapangan ada masyarakat yang bekerja di perusahaan di daerah itu, malah tidak terdata di Disnaker dan di Dinsos. Bahkan tidak terdaftar di Dinas Kependudukan Kabupaten Kota. Ironisnya, baru ketahuan ketika ada suatu masalah,” jelasnya.
    Contoh kasus lainnya yang terjadi di Kutai Timur, yaitu pada Perusahaan Sawit yang bermasalah dengan karyawannya. Setelah ditelusuri, ternyata disinyalir, bisa saja perusahaan tidak mendaftarkan karyawannya secara baik.
    “Dampaknya apa? Yaitu soal jaminan kesehatan. BPJS juga menunggu, karena reading sector untuk data-data tentang penjaminan itu bersumber dari Dinsos,” kata Rusman.
    Komisi IV berkeinginan, karyawan yang bekerja di perusahaan, seharusnya terdaftar di Dinsos dan Dinas Kependudukan di Kabupaten tersebut.
    “Artinya harus ada link dengan Dinsos, dan adanya link dengan Disnaker juga. Karena statusnya sebagai karyawan, lalu adanya link dengan BPJS,” tegasnya.
    Rusman ingin adanya database yang sama, sehingga di manapun bersangkutan berada, datanya terekam semua.
    “Kan dia penduduk disitu, masyarakat itu kan bisa naik turun statusnya. Mestinya kita tidak kalang kabut, karena datanya sudah jelas,” tambahnya.
    Dan untuk pendatang yang bekerja di Samarinda, semestinya diberlakukan undang-undang perpindahan. Namun, ini tidak berjalan dengan baik.
    “Masih ada karyawan yang bekerja di kita, tapi kita tidak tahu. Saat bermasalah, kita baru tahu ternyata dia bekerja disini, model-model seperti ini yang mau kita rapikan,” tuturnya.
    Ia juga minta kepada Dinsos terkait aset, terutama untuk Panti Sosialnya. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya ingin mengetahui kondisi sekarang, intinya tidak hanya panti jompo ataupun rehabilitas, namun semua Panti Soial yang terkait.
    “Kemudian juga kaitannya dengan visi Dinas Sosial, kaitannya dengan IKN seperti apa? Kenapa kita harus berpikir seperti itu, karena pastinya nanti ada lonjakan penduduk. Ketika ada lonjakan penduduk, pastinya ada tekanan sosial yang baru. Lalu bagaimana Dinsos mengantisipasinya? Kan itu perlu dan penting, namun sekarang ini tidak dilakukan. Jadi seperti itu yang kita pertanyakan pada Dinsos,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Evaluasi LKPj 2025, DPRD Samarinda Soroti PAD Belum Maksimal Meski Target Terlampaui

    April 22, 2026

    DPRD Kaltim Setujui Tuntutan, Ribuan Massa Lanjutkan Aksi ke Kantor Gubernur

    April 21, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026

    Krisis Guru Belum Usai, DPRD Samarinda Ungkap Dua Akar Masalah Utama

    April 20, 2026

    Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Menaker Genjot Pelatihan Vokasi Nasional 2026

    April 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Parkir Berlangganan Dinilai Berpotensi Bebani Masyarakat, DPRD Samarinda Soroti Keadilan Kebijakan

    Ratu ArifanzaApril 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan parkir berlangganan yang tengah diwacanakan di Kota Samarinda menuai sorotan. Ketua…

    Kerusakan Minim Pasca Aksi 21 April, Andi Harun Apresiasi Kesadaran Warga Samarinda

    April 22, 2026

    PAD Samarinda Lampaui Target, Kemandirian Fiskal Mulai Menguat

    April 22, 2026

    Tak Ada Sengketa, Pembaruan Sertifikat di Gunung Lingai Terkendala Administrasi Kelurahan

    April 22, 2026

    Salah Ukur Ulang, Lima KK di Palaran Terancam Kehilangan Lahan Bersertifikat

    April 22, 2026
    1 2 3 … 3,067 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.