Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026

    Pawai HUT RI ke-81 Ditiadakan, Andi Harun Alihkan Kegiatan ke Kelurahan

    Agustus 12, 2026

    Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan

    Agustus 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan
    Ekonomi

    Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 12, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi Samarinda (Fotoby AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan beban pajak masyarakat selama daya beli belum menunjukkan peningkatan signifikan, meski pemerintah daerah tetap dituntut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Sikap tersebut disampaikan Andi Harun saat membahas proyeksi pendapatan dalam rancangan APBD Kota Samarinda 2027. Ia menilai peningkatan pendapatan daerah harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

    Menurutnya, pemerintah bersama Wakil Wali Kota Samarinda telah mengarahkan agar peningkatan pendapatan tidak ditempuh melalui kebijakan yang berpotensi menambah beban masyarakat.

    “Selama daya beli masyarakat tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, maka seluruh beban-beban yang bisa berakibat kepada masyarakat akibat naiknya pendapatan kita harus hindari. Misalnya, menaikkan PBB, enggak boleh,” ujar Andi Harun, Selasa, 11 Agustus 2026.

    Pihak pemerintah justru perlu mencari sumber-sumber pendapatan yang dapat meningkatkan PAD tanpa menekan masyarakat.

    Di sisi lain, pemerintah juga akan melihat sektor-sektor ekonomi yang mengalami kelesuan untuk kemudian didorong agar kembali bergerak dan menciptakan sirkulasi ekonomi yang positif.

    “Kegiatan ekonomi kita lihat di mana. Ada kelesuan sana-sini, kita bikin sesuatu yang membuat ekonomi itu mengalami sirkulasi yang baik, sehingga kegiatan ekonomi masyarakat bertumbuh dengan positif,” jelasnya.

    Andi Harun mengungkapkan, dalam rancangan awal APBD 2027, PAD Samarinda diproyeksikan sekitar Rp1,3 triliun, meningkat sekitar Rp96 miliar dari rancangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,2 triliun.

    Menurutnya, peningkatan tersebut juga merupakan usulan dari DPRD Kota Samarinda agar pemerintah tidak terlalu pesimistis dalam menetapkan target pendapatan.

    “Ada permintaan teman-teman DPRD, kita jangan terlalu pesimis. Naikkan menjadi Rp1,3 triliun, berarti kurang lebih bertambah sekitar Rp96 miliar,” katanya.

    Ia memilih melihat usulan tersebut secara positif sebagai dorongan bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan pendapatan daerah.

    Andi Harun juga menyinggung struktur pendapatan Samarinda yang masih bergantung pada pendapatan transfer. Dalam proyeksi 2027, pendapatan transfer diperkirakan sekitar Rp2,1 triliun, sedangkan PAD sekitar Rp1,3 triliun.

    Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan Samarinda belum mencapai kemandirian fiskal. Kemandirian fiskal, kata dia, baru tercapai ketika PAD telah melampaui pendapatan transfer.

    “Kalau Samarinda, misalnya sebagai contoh, maka pendapatan transfernya masih besar, lebih besar daripada PAD-nya. Saya tadi sudah bilang, pendapatan transfernya Rp2,1, PAD-nya sekitar Rp1,3,” ungkapnya.

    Ia menilai peningkatan PAD sebenarnya dapat dilakukan, namun harus dihitung secara hati-hati agar tidak berujung pada bertambahnya beban masyarakat.

    Selain pajak dan retribusi, pemerintah juga berharap kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus meningkat. Saat ini, tiga BUMD Samarinda telah memberikan kontribusi terhadap APBD dengan tingkat kontribusi yang berbeda-beda.

    “BUMD saat ini sedang posisi beralih transformasi menjadi BUMD yang sehat. Tidak membebani APBD saja sudah bagus. Bisa membiayai dirinya sendiri, syukur-syukur bisa berkontribusi,” tuturnya.

    Andi Harun menegaskan BUMD tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurutnya, BUMD juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

    Karena itu, dalam kondisi tertentu, BUMD tetap dapat menjalankan pelayanan publik meski keuntungan yang diperoleh tidak maksimal.

    “Karena tanggung jawab BUMD itu bukan cuma profit oriented, tapi juga ada tanggung jawab public services, pelayanan publiknya,” katanya.

    Lebih jauh, Andi Harun menyebut karakteristik penerimaan Samarinda mulai bergeser. Jika sebelumnya sektor pertambangan dan sumber daya alam memiliki pengaruh besar, kini struktur ekonomi daerah mulai bergerak ke sektor konstruksi, jasa, dan perdagangan.

    Ia menilai pergeseran tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan ekonomi Samarinda dalam jangka panjang.

    “Kalau terus-menerus bergantung pada sumber daya alam, satu hari produksi sumber daya alamnya turun, di sektor pendapatan juga akan mengalami kontraksi dan turbulensi yang membuat kita bisa kehilangan daya ungkit untuk memiliki daya saing, termasuk kegiatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

    Andi Harun juga menyambut positif usulan peningkatan target PAD sekitar Rp100 miliar dari DPRD. Namun, ia membuka kemungkinan evaluasi apabila target tersebut belum dapat dicapai secara optimal.

    “Kalau menurut saya, saya positif bersama Pak Wawali menyambut usulan itu. Nanti kalau ada diperlukan koreksi, nanti di APBD Perubahan 2027,” pungkasnya.

    Andi Harun APBD 2027 BUMD PAD Samarinda Pemkot Samarinda Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pawai HUT RI ke-81 Ditiadakan, Andi Harun Alihkan Kegiatan ke Kelurahan

    Agustus 12, 2026

    Gap Perlindungan Tembus 200 Persen, Andi Harun Desak Pekerja Rentan Samarinda Masuk BPJS

    Agustus 12, 2026

    Andi Harun Bocorkan Rancangan APBD Samarinda 2027: Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Efisiensi Tetap Jalan

    Agustus 12, 2026

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    R’syaAgustus 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Layanan WiFi Gratis di sejumlah titik di Kota Bontang mengalami gangguan. Akses…

    Pawai HUT RI ke-81 Ditiadakan, Andi Harun Alihkan Kegiatan ke Kelurahan

    Agustus 12, 2026

    Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan

    Agustus 12, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Tunjangan Guru di TK Negeri 2, dari 14 Guru Hanya 2 yang Menerima

    Agustus 12, 2026

    SMPN 28 Samarinda Ajukan Dua RKB, Lab Terpaksa Dipakai untuk Belajar

    Agustus 12, 2026
    1 2 3 … 3,274 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.