Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) Ririn Sari Dewi mendorong percepatan penyediaan listrik di desa-desa yang belum teraliri PLN agar layanan internet yang telah dipasang pemerintah dapat beroperasi secara optimal dan dimanfaatkan masyarakat tanpa bergantung pada genset.
Ia menyebut, berdasarkan masukan dari penyedia layanan internet, masih terdapat sejumlah titik yang telah dipasangi perangkat internet, tetapi belum memiliki pasokan listrik dari PLN.
“Masukan dari teman-teman vendor, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian titik koordinat memang belum teraliri listrik. Kami berharap Dinas ESDM dan PLN dapat bersinergi memberikan dukungan agar titik layanan internet di desa yang telah ditetapkan juga mendapat pasokan listrik,” ujarnya di Kantor Dinas ESDM Kaltim, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Diskominfo tetap menghadirkan layanan internet di desa-desa tersebut dengan memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif seperti genset, layanan satelit Starlink, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun, keterbatasan pasokan listrik membuat layanan internet belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Kami tetap memasang internet meskipun belum dialiri listrik PLN. Namun perangkat sering dimatikan mengikuti jam operasional genset. Karena itu kami berharap dukungan dari PLN agar layanan internet dapat beroperasi lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengatakan, pemerintah terus mempercepat pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Berdasarkan hasil sinkronisasi data bersama Diskominfo Kaltim, terdapat 23 desa yang belum memiliki layanan internet. Dari jumlah tersebut, 13 desa masih berstatus non-PLN.
Sebanyak sembilan desa telah masuk dalam Program Lisdes, sedangkan empat desa lainnya direncanakan masuk dalam program pada tahun berikutnya.
Bambang mengakui pembangunan jaringan listrik di sejumlah wilayah masih menghadapi kendala, mulai dari akses menuju lokasi yang sulit hingga proses perizinan karena jalur jaringan melintasi kawasan hutan.
Meski demikian, pemerintah terus melanjutkan perluasan jaringan listrik. Pada 2027, sebanyak 44 desa di Kaltim direncanakan menjadi sasaran Program Lisdes. Adapun sembilan desa yang akan memperoleh pembangunan jaringan listrik meliputi Long Duhung, Pulau Miang, Tanjung Pagar, Ujoh Halang, Betung, Dasaq, Muara Geloan, Penawang dan Kelompok Baru.
Melalui koordinasi tersebut, Diskominfo dan Dinas ESDM berkomitmen menyelaraskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan kelistrikan agar layanan internet di desa dapat beroperasi secara penuh serta mendukung pemerataan layanan publik dan konektivitas digital di Kaltim.

