Insitekaltim, Samarinda – Sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah, 29 dokter spesialis telah ditugaskan ke sejumlah rumah sakit daerah di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, besaran insentif disesuaikan dengan tingkat kesulitan wilayah penempatan.
Daerah yang memiliki akses lebih sulit dan membutuhkan tenaga dokter spesialis akan memperoleh insentif lebih besar.
“Dengan anggaran yang kita siapkan, ada yang menerima hingga Rp30 juta per bulan. Ini sebagai bentuk dukungan agar dokter spesialis bersedia bertugas di daerah-daerah yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Jaya, besaran insentif yang diberikan berkisar antara Rp17 juta hingga Rp30 juta setiap bulan.
Kebijakan tersebut diharapkan, mampu mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis yang selama ini masih terpusat di kota-kota besar.
Ia menjelaskan, program penugasan khusus ini merupakan salah satu strategi Pemprov Kaltim. Untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialis tanpa harus dirujuk ke Samarinda maupun daerah lain.
“Program ini menjadi solusi pemerataan layanan kesehatan spesialis di Kaltim. Selama ini masyarakat di sejumlah daerah, masih harus menempuh perjalanan jauh ke Samarinda atau kota besar lainnya untuk mendapatkan layanan dokter spesialis,” katanya.
Sebanyak 29 dokter spesialis tersebut, ditempatkan di sejumlah rumah sakit milik pemerintah daerah. Yakni RSUD Aji Muhammad Salehudin II, RSUD Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur, RSUD Muara Bengkal, RS Mangku Jaya Linggang Kabupaten Kutai Barat, RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, RSJD Atma Husada Mahakam, RSUD Gerbang Sehat Kabupaten Mahakam Ulu, RSUD Aji Muhammad Idris Kabupaten Kutai Kartanegara, serta RSUD Talisayan Kabupaten Berau.
Salah satu rumah sakit yang mendapat tambahan tenaga dokter spesialis adalah RS Mangku Jaya Linggang di Kabupaten Kutai Barat, yang selama ini masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan spesialis.
Penugasan 29 dokter spesialis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, pada Sabtu 4 Juli 2026 dalam rangkaian kegiatan Kunjungan Kerja ke Kutai Barat.
Melalui program ini, Pemprov Kaltim berharap pelayanan kesehatan rujukan di daerah semakin meningkat. Sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan dokter spesialis lebih dekat dengan tempat tinggal mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di ibu kota provinsi.

