Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Soroti Isu Normalisasi LGBT, Sri Puji Dukung Sanksi Pidana
    DPRD Samarinda

    Soroti Isu Normalisasi LGBT, Sri Puji Dukung Sanksi Pidana

    AminahBy AminahJuni 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti secara terang-terangan mendukung terhadap penerapan sanksi pidana bagi pelaku LGBT di Kota Samarinda.

    Langkah hukum yang tegas ini dinilai perlu diambil demi membendung kekhawatiran atas meluasnya normalisasi hubungan sesama jenis yang kini mulai berani tampil di ruang publik.

    Dukungan terhadap sanksi pidana ini didasari atas kekhawatiran runtuhnya tatanan keluarga dan aturan agama jika perilaku tersebut dibiarkan atas nama Hak Asasi Manusia (HAM).

    Puji menilai ada dampak buruk yang mengintai di balik pembiaran aktivitas tersebut.

    “Pandangan saya pribadi ya itu bagus, karena kita tidak ingin ya misalnya keluarga kita punya pandangan seakan-akan itu hak asasi manusia tapi kita lupa di belakangnya akan banyak macam-macamnya gitu ya,” ucap Sri Puji Astuti di DPRD Samarinda beberapa hari lalu.

    Fenomena pasangan sesama jenis kini sudah sangat mudah ditemui di berbagai pusat keramaian di Kota Samarinda, seperti kafe dan pusat perbelanjaan.

    Menurutnya, ruang gerak untuk aktivitas seperti ini harus dipersempit melalui regulasi formal agar tidak berdampak pada rusaknya fungsi pernikahan dan nilai-nilai keagamaan masyarakat.

    Oleh karena itu, ia mendorong adanya aturan hukum yang kuat guna membatasi dan meniadakan ruang bagi komunitas tersebut di Samarinda.

    “Jika hubungan itu sesama laki-laki, lalu bagaimana fungsi pernikahan secara agama? Oleh karena itu, kita sangat perlu membuat aturan atau regulasi terkait pembatasan, bahkan mungkin penghapusan. Kalau bisa jangan ada di Samarinda, tidak perlu diberi ruang untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu,” tegasnya.

    Selain masalah moral dan agama, dorongan regulasi ini dipicu oleh rasa ngeri setelah dirinya menerima laporan data kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda terkait penularan virus HIV/AIDS yang cukup tinggi.

    Dari data yang diterimanya, penularan tidak hanya menyasar kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan pekerja seksual, melainkan sudah menjangkiti ibu hamil hingga bayi yang baru lahir.

    “Saya merasa ngeri setelah mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan terkait penyakit HIV ini. Terutama karena penularannya sudah sampai ke bayi yang baru lahir, mereka positif HIV tertular dari ibunya,” tutup Puji.

     

    DPRD Samarinda LGBT Sri Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    September 24, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    Ratu ArifanzaSeptember 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Beragam bentuk dan karakter topeng tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Mahakam…

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026
    1 2 3 … 3,366 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.