
Insitekaltim, Samarinda – Rencana perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur SMP Negeri 24 Samarinda dipastikan belum dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih harus menyesuaikan ruang fiskal daerah serta merumuskan solusi teknis terkait penataan kawasan sekolah yang berada di zona rawan banjir tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie menjelaskan, penanganan sekolah yang berlokasi di Jalan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang tersebut cukup kompleks.
Masalah utama bukan sekadar kerusakan pada struktur bangunan, melainkan posisi geografis sekolah yang berada di dataran rendah sehingga kerap menjadi titik simpul genangan air.
Oleh sebab itu, Novan menilai opsi memindahkan lokasi sekolah merupakan langkah yang paling rasional untuk jangka panjang. Namun, rencana tersebut terbentur ketersediaan lahan pengganti dari pemerintah daerah.
“Kalau bicara kelayakan, memang idealnya sekolah itu dipindahkan. Tetapi persoalannya sekarang dipindahkan ke mana, karena sampai saat ini belum ada lokasi penggantinya,” katanya.
Penundaan proyek fisik berskala besar ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pengetatan anggaran yang tengah berjalan. Saat ini, struktur APBD Kota Samarinda masih diprioritaskan untuk menyelesaikan kewajiban keuangan atau utang daerah yang nilainya mencapai Rp400 miliar pada tahun anggaran 2026.
Pelunasan kewajiban tersebut menjadi target utama pemkot agar postur belanja pada tahun anggaran berikutnya dapat kembali bergerak dinamis untuk mendanai sektor-sektor prioritas.
“Karena SMPN 24 pembangunan besar, dan harus sekaligus pembangunan dan anggarannya. Karena itu bukan hanya bangunan, tapi daerah daratannya juga perlu dimaksimalkan,” ungkap Novan.
Terkait kemungkinan memasukkan rencana renovasi ini ke dalam skema penganggaran tahun 2027, pihak legislatif menyatakan belum dapat memberikan kepastian. Dokumen usulan program kerja dari instansi terkait hingga kini masih berada pada tahap kajian awal.
“Kita sejauh ini belum melihat gambaran program apa yang diusulkan di tahun depan, kalau kemungkinan mungkin ada. Tetapi kita perlu bahas dulu dengan Dinas Pendidikan Samarinda apakah bisa dieksekusi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Komisi IV mengingatkan bahwa pemetaan berkala terhadap kondisi fisik fasilitas pendidikan di Samarinda terus dilakukan.
Langkah ini untuk memastikan sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan bervariasi, dari ringan hingga berat, dapat masuk dalam daftar tunggu perbaikan secara objektif sesuai kemampuan keuangan daerah.

