Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemprov Kaltim Kucurkan Anggaran Kematangan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Biru

    Juni 20, 2026

    SPMB Dikawal Jaksa hingga Polisi, DPRD Samarinda Pastikan Tak Ada Ruang bagi Gratifikasi dan Titipan

    Juni 20, 2026

    Dulu Terpinggirkan, Kini Punya Kesempatan yang Sama: Setahun Perjalanan Sekolah Rakyat Samarinda

    Juni 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Tangani Siswa Buta Aksara hingga Putus Sekolah, Kini SRT 57 Samarinda Mulai Torehkan Prestasi
    Pendidikan

    Tangani Siswa Buta Aksara hingga Putus Sekolah, Kini SRT 57 Samarinda Mulai Torehkan Prestasi

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 20, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala SRT 47 Samarinda Pahrijal saat open house SRT 57 Samarinda, Sabtu, 20/6/2026 (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penuh tantangan, tahun pertama penyelenggaraan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda.

    Hasil asesmen sekolah menunjukkan sejumlah siswa datang dengan kondisi buta aksara, putus sekolah, rendahnya minat belajar, hingga krisis kepercayaan diri.

    Kepala SRT 57 Samarinda Pahrijal mengatakan, mayoritas peserta didik berasal dari keluarga desil satu dan desil dua, yang menjadi sasaran Program Sekolah Rakyat.

    “Ada yang sampai jenjang SMP belum bisa membaca. Ada yang putus sekolah, minat belajarnya rendah, krisis percaya diri, kondisi kesehatannya kurang baik, kedisiplinannya rendah, bahkan untuk diarahkan cukup sulit,” kata Pahrijal saat Open House Sekolah Rakyat di BPVP Samarinda, Sabtu, 20 Juni 2026.

    Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama, yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Untuk memutus, rantai kemiskinan melalui pendidikan.

    Program tersebut dibangun atas tiga filosofi utama. Yakni menjangkau kelompok yang selama ini belum terlayani pendidikan, memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses sekolah. Serta mengangkat derajat masyarakat kecil, melalui pendidikan.

    “Kalau hari ini orang tuanya miskin, anaknya jangan sampai miskin lagi. Kalau orang tuanya tidak bisa membaca, anaknya jangan sampai mengalami hal yang sama. Kemiskinan jangan menjadi budaya yang diwariskan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan ditanggung negara, mulai dari makan, pakaian, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan kebersihan sehari-hari.

    Pahrijal menegaskan, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran atau seleksi penerimaan siswa baru seperti sekolah pada umumnya.

    Penentuan peserta didik, 9 dilakukan melalui sistem penjangkauan berdasarkan data keluarga miskin yang dihimpun pemerintah.

    Dalam proses pembinaan, sekolah mengusung konsep “Tangguh dalam Karakter dan Unggul dalam Karya”.

    Pembentukan karakter dilakukan melalui sistem asrama, penguatan kegiatan keagamaan, pembiasaan hidup mandiri. Serta kerja sama dengan TNI, untuk membangun kedisiplinan siswa.

    “Penggunaan handphone saat ini, sudah nol di lingkungan asrama. Anak-anak kami biasakan hidup mandiri, disiplin, bangun pagi, salat berjamaah, belajar mengaji, dan bergotong royong,” katanya.

    Menurut Pahrijal, hasil pembinaan mulai terlihat setelah hampir satu tahun berjalan. Siswa yang sebelumnya bergantung pada gawai kini mampu beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan lebih percaya diri tampil di depan umum.

    Beberapa siswa, bahkan telah mampu menjadi imam salat. Mengikuti kegiatan seni dan keagamaan, serta tampil dalam berbagai kegiatan publik.

    Di bidang prestasi, siswa SRT 57 Samarinda berhasil meraih Juara 3 Umum Lomba Tari Kreasi Nusantara tingkat Kalimantan Timur, Juara Harapan Lomba Water Rocket jenjang SMP dan SMA tingkat Provinsi Kalimantan Timur, serta Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Pelajar tingkat provinsi.

    “Sebagai sekolah yang baru berjalan satu tahun, capaian ini menjadi bukti bahwa anak-anak memiliki potensi besar ketika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

    Selain itu, sejumlah siswa saat ini tengah mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional, di antaranya lomba cerita digital berbasis animasi, dongeng tutur, dan penulisan cerpen.

    Ke depan, sekolah menyiapkan sejumlah program pengembangan, seperti gelar karya tahunan, pendampingan belajar oleh teman sebaya, kegiatan pengabdian masyarakat, hingga penguatan keterampilan digital melalui desain grafis, coding, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

    Open House Sekolah Rakyat digelar serentak di tiga lokasi di Samarinda, yakni SRT 57 di BPVP Samarinda, SRT 28 di BPMP Samarinda, dan SRT 58 di kawasan Sempaja Selatan dirangkai dengan pembagian raport serta penjemputan siswa.

    Open House bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keberadaan dan perkembangan Sekolah Rakyat, sekaligus membuka ruang bagi kritik, saran, dan evaluasi demi peningkatan kualitas layanan pendidikan.

    “Kami berharap ada masukan, evaluasi, dan kritik terkait sekolah kami. Segala masukan dan kritik itu akan menjadi bahan untuk menjadikan sekolah ini lebih baik lagi,” tutupnya.

     

    Pahrijal Pendidikan Sekolah Sekolah Rakyat SRT 57 Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Kucurkan Anggaran Kematangan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Biru

    Juni 20, 2026

    SPMB Dikawal Jaksa hingga Polisi, DPRD Samarinda Pastikan Tak Ada Ruang bagi Gratifikasi dan Titipan

    Juni 20, 2026

    Dulu Terpinggirkan, Kini Punya Kesempatan yang Sama: Setahun Perjalanan Sekolah Rakyat Samarinda

    Juni 20, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemprov Kaltim Kucurkan Anggaran Kematangan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Biru

    SittiJuni 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Guna mendukung program prioritas nasional Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengucurkan alokasi…

    SPMB Dikawal Jaksa hingga Polisi, DPRD Samarinda Pastikan Tak Ada Ruang bagi Gratifikasi dan Titipan

    Juni 20, 2026

    Dulu Terpinggirkan, Kini Punya Kesempatan yang Sama: Setahun Perjalanan Sekolah Rakyat Samarinda

    Juni 20, 2026

    Tangani Siswa Buta Aksara hingga Putus Sekolah, Kini SRT 57 Samarinda Mulai Torehkan Prestasi

    Juni 20, 2026

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,157 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.