Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar
    Pemerintah

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    SittiBy SittiJuni 19, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Salah satu sudut Kawasan Komersial Citra Niaga Samarinda yang mempertahankan arsitektur neo-vernakular khas daerah. (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Lanskap arsitektur Kota Samarinda saat ini mengalami transformasi masif lewat pendekatan kontemporer Neo-Vernakular dan Postmodern.

    Struktur bangunan hingga ruang publik baru kini dirancang erat memadukan kearifan lokal tiga pilar budaya utama Kaltim yakni Dayak, Kutai, dan Banjar.

    Kendati demikian, masifnya pembangunan fisik yang menyelaraskan diri dengan konsep smart green city Ibu Kota Nusantara (IKN) ini memicu tantangan baru di sektor pendidikan.

    Ruang publik dan ornamen kultural yang megah dinilai belum optimal diintegrasikan sebagai media literasi sejarah, sehingga generasi muda berisiko mengalami disosiasi budaya di tengah gempuran digitalisasi.

    Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyoroti pentingnya memanfaatkan transformasi arsitektur kota ini sebagai laboratorium visual yang konkret bagi para pelajar.

    Menurutnya, keindahan fisik kota saat ini mengemban misi edukasi yang krusial untuk menjembatani jurang pemisah antara generasi masa kini dengan akar sejarah daerahnya.

    “Konsep ini menjadi gambaran bagi anak-anak atau pemuda saat ini untuk bisa memahami sejarah yang ada di Kota Samarinda, dan umumnya di Kalimantan Timur. Melalui arsitektur ini, mereka bisa melihat Samarinda tempo dulu agar generasi sekarang mulai melek sejarah,” ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.

    Wajah kultural Samarinda saat ini memang terpampang nyata pada sejumlah infrastruktur. Mulai dari adopsi struktur memanjang Rumah Lamin (Dayak) dan fasad piramida (Kutai) pada gedung pemerintahan, ornamen ukiran burung enggang, kemegahan Masjid Islamic Center di Tepian Mahakam, hingga proyek kontemporer Teras Samarinda yang menyediakan amfiteater terbuka bagi ekspresi seni lokal.

    Namun, Saefuddin memberikan catatan kritis terkait perilaku konsumtif generasi muda terhadap teknologi. Ia menyayangkan jika gawai (gadget) hanya dijadikan alat hiburan tanpa menyentuh substansi peningkatan literasi sejarah lokal.

    “Harapan kita, generasi sekarang bisa memahami dan belajar dari sejarah. Gawai yang mereka miliki jangan hanya menjadi pelengkap, tetapi harus digunakan untuk mengetahui sejarah Kota Samarinda maupun Kalimantan Timur pada umumnya,” kritiknya.

    Lebih lanjut, ia mendorong sektor pendidikan dan masyarakat untuk mengarahkan perhatian pelajar pada rekam jejak capaian tata ruang kota yang pernah diakui dunia, seperti Kawasan Citra Niaga yang mempertahankan atap sirap ulin tradisional dan berhasil meraih penghargaan internasional Aga Khan Award for Architecture pada 1989.

    Bagi Saefuddin, pemahaman mendalam mengenai alasan di balik rancangan arsitektur yang adiluhung tersebut jauh lebih penting daripada sekadar menjadikannya latar belakang foto di media sosial.

    “Khususnya di Samarinda, anak muda harus mengerti bahwa dulu ada sejarah Citra Niaga yang tahun 1989 mendapatkan Aga Khan Award. Mereka perlu memahami mengapa arsitekturnya bisa sedemikian bagus,” lanjutnya.

    Tak hanya terfokus pada pusat perdagangan modern, akulturasi arsitektur bernilai sejarah tinggi seperti cagar budaya kayu ulin Masjid Tua Shiratal Mustaqiem, Masjid Raya, hingga moda transportasi sungai tradisional juga harus masuk dalam memori kolektif pembelajaran siswa.

    “Termasuk Masjid Raya dan eksistensi tambangan perahu penyeberangan tradisional antara Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang. Hal-hal mendasar seperti itu yang harus dipahami oleh generasi muda,” pungkas Saefuddin.

     

    . Ruang Publik Pemkot Samarinda Saefuddin Zuhri Wakil Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026

    Pemprov Kaltim Lelang Aset Tidak Terpakai, Tambah Kas Daerah Rp475 Juta

    Juni 19, 2026

    Daya Beli Lesu, Realisasi PAD Kaltim Tersendat dan Jauh dari Target di Pertengahan Tahun

    Juni 19, 2026

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    Juni 18, 2026

    Hoaks Kian Mengancam, Faisal Minta KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi di Daerah

    Juni 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    R’syaJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tim nasional Kanada mencatat hasil bersejarah pada lanjutan fase grup Piala Dunia…

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,156 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.