Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal meminta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat sekaligus membantu menangkal penyebaran hoaks di daerah.
“KIM adalah garda terdepan. Bapak dan Ibu yang paling mengetahui situasi di daerah masing-masing dan dapat menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Apalagi saat ini kondisi media sosial tidak sedang baik-baik saja. Kita melihat masih banyak hoaks, konten provokatif, hingga saling menghujat. Mudah-mudahan KIM dapat menjadi penyeimbang sekaligus ruang klarifikasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal itu is katakan saat membuka Rapat Kerja (Raker) KIM Tahun 2026 se-Kalimantan Timur yang digelar di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia mendorong seluruh anggota KIM untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi digital dan memproduksi konten positif.
Menurutnya, kontribusi kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar dalam membangun ruang informasi yang sehat.
“Bayangkan jika setiap anggota KIM membuat satu konten positif saja dalam seminggu. Dengan jumlah anggota yang ada, akan tercipta ratusan konten positif yang dapat membantu menetralkan berbagai informasi negatif di masyarakat. Ini sangat strategis bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” terangnya.
Faisal juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap hoaks yang masih marak beredar di media sosial.
“Hoaks bukan hanya berita yang tidak benar. Hoaks adalah informasi yang sengaja dibuat salah dan disebarkan agar orang lain ikut mempercayai kesalahan tersebut. Oleh karena itu, hoaks harus kita perangi bersama,” tegasnya.
Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kaltim Awang Fauzan Rahman menambahkan, KIM merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kebijakan sekaligus menjadi wadah komunikasi dari, oleh dan untuk masyarakat.
Raker KIM 2026 menjadi forum evaluasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan KIM, termasuk peningkatan kapasitas anggota dalam produksi konten digital.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yakni Ketua Tim Kelembagaan Komunikasi Pemerintah Daerah Agus Tri Yuwono dan IT Web KIM Kementerian Komdigi Kusnadi.

