Insitekaltim, Samarinda – Mini soccer semakin diminati kalangan anak muda di Samarinda. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, olahraga ini juga dimanfaatkan sebagai cara melepas stres dan memperluas relasi melalui komunitas maupun pertemanan di lapangan.
Salah seorang pemain mini soccer di Samarinda, Jidan mengatakan dirinya mulai menekuni olahraga tersebut sejak awal kuliah yakni tahun 2020. Hingga kini ia telah bekerja, mini soccer masih menjadi hobi yang rutin dijalaninya.
“Saya kebetulan pecinta sepak bola. Sejak awal kuliah mulai main mini soccer soalnya lebih mirip sepak bola dibandingkan dengan futsal,” ujarnya di Samarinda, Selasa, 16 Juni 2026.
Jidan biasanya bermain dua hingga tiga kali dalam sebulan atau sekitar satu kali dalam seminggu. Selain berolahraga, kegiatan tersebut juga menjadi ajang berkumpul bersama teman kerja maupun komunitas.
“Buat olahraga dan seru-seruan aja sih. Sekalian kumpul teman,” tuturnya.
Ia mengaku mini soccer memiliki daya tarik tersendiri karena dimainkan di lapangan yang luas dan melibatkan banyak pemain. Kondisi itu membuat permainan terasa lebih santai dan menyenangkan.
“Setiap main pasti ngerasa senang terus seger. Main mini soccer ini salah satu cara ngelepas stres,” ungkapnya.
Selain menjadi sarana melepas penat, mini soccer juga membuka kesempatan untuk menambah relasi. Jidan menyebut dirinya banyak bertemu teman baru melalui aktivitas tersebut.
“Iya, bisa menambahkan banyak teman. Biasanya main bareng teman kerja atau teman-teman komunitas,” sebutnya.
Ia menambahkan, komunitas mini soccer di Samarinda cukup aktif menggelar pertandingan persahabatan maupun trofeo antarkomunitas dan perusahaan.
“Ada tiap bulan ikut trofeo antarperusahaan atau trofeo komunitas,” katanya.
Dari sisi fasilitas, Jidan menilai perkembangan lapangan mini soccer di Samarinda turut mendukung meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. Biaya bermain mini soccer pun relatif terjangkau. Pemain biasanya melakukan iuran bersama yang besarannya disesuaikan dengan jumlah peserta yang hadir.
“Kalau di atas 10 orang biasanya iuran minimal Rp50 ribu, maksimal Rp150 ribu,” tutupnya.

