Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dapat Dukungan 10 DPC, Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Calon Ketua Demokrat Kaltim

    Juni 5, 2026

    DPRD Samarinda Ingatkan Potensi Ledakan Sengketa Aset Daerah yang Belum Terselesaikan

    Juni 5, 2026

    Tantang Nyali di Alam Liar, Canyoneering Muncul sebagai Tren Olahraga Baru Anak Muda

    Juni 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Olahraga»Tantang Nyali di Alam Liar, Canyoneering Muncul sebagai Tren Olahraga Baru Anak Muda
    Olahraga

    Tantang Nyali di Alam Liar, Canyoneering Muncul sebagai Tren Olahraga Baru Anak Muda

    R’syaBy R’syaJuni 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Errsa ketika mencoba olahraga canyoneering di Desa Santan Ulu, Kutai Kartanegara (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, KUKAR – Olahraga petualangan canyoneering mulai menarik minat anak muda sebagai aktivitas yang memadukan trekking, panjat tebing, hingga menuruni aliran air terjun.

    Salah satu remaja yang tinggal di Desa Makarti Errsa, mencoba olahraga ini untuk pertama kalinya pada Mei 2026 di kawasan Desa Santan Ulu, Kutai Kartanegara bersama pemandu dari Sekawan Trip.

    Ketertarikan Errsa muncul setelah melihat video canyoneering di media sosial Instagram yang menampilkan aktivitas ekstrem seperti menuruni tebing dan bergelantungan di atas air terjun.

    Kebetulan, Desa Makarti tempat ia tinggal merupakan desa tetangga lokasi canyoneering di Santan Ulu. Untuk sampai ke sana, Errsa hanya perlu sekitar 30-40 menit tergantung kondisi jalan dan cuaca.

    “Awalnya lihat di Instagram kelihatannya seru banget. Ada turun tebing dan bergelantungan di air terjun jadi penasaran karena belum pernah coba,” ujarnya di Makarti, Jumat, 5 Juni 2026.

    Errsa menuturkan perjalanan menuju lokasi sudah memberikan tantangan tersendiri karena kondisi jalan yang tidak mulus. Setibanya di lokasi, peserta juga harus ekstra hati-hati karena medan berbatu yang licin dan dipenuhi lumut.

    “Perjalanannya kayak offroad. Di lokasi juga harus hati-hati karena batu licin dan banyak lumut,” kisahnya.

    Menurutnya, tantangan terbesar adalah ketika menuruni tebing dan jalur tracking yang menanjak, licin dan menguras tenaga, terutama karena pakaian yang sudah basah membuat pergerakan semakin berat.

    Meski sempat diliputi rasa takut saat melihat ketinggian tebing, ia akhirnya bisa mengatasi rasa tersebut berkat pendampingan dan dukungan dari pemandu.

    “Pas lihat ke bawah sempat takut, tapi karena guide terus menyemangati jadi lebih berani,” ucapnya.

    Setelah menyelesaikan seluruh jalur, Errsa merasakan campuran emosi antara senang, lega dan bangga karena berhasil melewati tantangan tersebut.

    “Campur aduk, senang, lega, puas. Nggak nyangka bisa sampai selesai,” tuturnya.

    Wanita berusia 18 tahun itu mengatakan canyoneering memberikan sensasi adrenalin sekaligus menjadi cara efektif untuk melepas penat karena disertai pemandangan alam yang indah.

    Ia pun menyarankan pemula untuk melakukan persiapan fisik sebelum mencoba, seperti jogging agar stamina lebih siap menghadapi medan.

    Selain itu, Errsa juga mengingatkan pentingnya mengikuti instruksi pemandu serta menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap.

    “Yang penting jangan terlalu takut, dengar arahan guide. Takut itu wajar, tapi jangan sampai bikin kita nggak coba,” terangnya.

    Baginya, canyoneering bisa menjadi alternatif olahraga anak muda karena tidak monoton dan dapat dilakukan sambil berwisata bersama teman.

    Ia bahkan mengaku ingin mencoba jalur yang lebih ekstrem di kesempatan berikutnya.

     

    Canyoneering Kutai Kartanegara lifestyle Olahraga
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe

    Juni 4, 2026

    Kondisi Ekonomi Kian Menantang, Padel Tetap Ramai di Samarinda

    Juni 4, 2026

    Tak Sekadar Nyaman, Gaya Casual Kini Jadi Identitas Anak Muda

    Juni 3, 2026

    Anak TK Diajak Bersepeda, Dorong Gaya Hidup Aktif dan Jauh dari Gadget

    Juni 3, 2026

    Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Sehat Anak Muda

    Juni 3, 2026

    Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Kafe Kini Jadi Ruang Produktif Anak Muda Samarinda

    Juni 3, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dapat Dukungan 10 DPC, Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Calon Ketua Demokrat Kaltim

    SittiJuni 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) Bambang Soepriyadi,…

    DPRD Samarinda Ingatkan Potensi Ledakan Sengketa Aset Daerah yang Belum Terselesaikan

    Juni 5, 2026

    Tantang Nyali di Alam Liar, Canyoneering Muncul sebagai Tren Olahraga Baru Anak Muda

    Juni 5, 2026

    Bitung Jadikan Samarinda Rujukan Pengelolaan Perumda Air Minum

    Juni 5, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026
    1 2 3 … 3,122 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.