Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe
    Lifestyle

    Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe

    R’syaBy R’syaJuni 4, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Coffee shop tampak ramai pengunjung di tengah kebutuhan serba meningkat (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi ekonomi yang semakin menekan ternyata tidak serta-merta membuat anak muda, khususnya Gen Z menghentikan kebiasaan membeli kopi atau mengunjungi kafe. Bagi sebagian kalangan, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup bahkan dianggap sebagai kebutuhan sehari-hari.

    Mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) angkatan 2020 Febi mengatakan, kebiasaan mengonsumsi kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak anak muda saat ini.

    Karena itu, fluktuasi ekonomi belum sepenuhnya menghilangkan minat masyarakat untuk membeli kopi atau datang ke kafe.

    “Kopi itu kayak sudah jadi kebutuhan sekarang, bisa nge-boost mood entah nugas atau kerja. Bukan cuma mahasiswa atau orang yang kerja, anak sekolah juga sekarang sudah banyak yang ngopi. Jadi menurut aku kopi sudah dekat banget sama kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di Fore Coffee Samarinda, Kamis, 4 Juni 2026.

    Febi mengaku tidak terlalu sering mengunjungi kafe. Dalam sebulan, ia biasanya hanya datang ke kafe sekitar dua kali. Meski jarang nongkrong di kafe, Febi mengaku cukup rutin mengonsumsi kopi.

    Dalam seminggu, ia bisa membeli kopi sebanyak lima hingga enam kali namun lebih sering membeli kopi dengan harga terjangkau dibanding nongkrong di kafe premium.

    “Kalau ngopi bisa sering, tapi bukan yang mahal. Paling beli kopi susu sekitar Rp15 ribuan. Kalau ke tempat yang lebih pricey jarang, paling dua sampai tiga kali sebulan. Ini juga kebetulan lagi habis gajian,” tuturnya sambil tertawa.

    Febi yang juga bekerja sebagai personal trainer di salah satu pusat kebugaran di Samarinda dengan pendapatan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan menyebut mulai merasakan dampak kenaikan biaya hidup dalam beberapa waktu terakhir.

    Menurutnya, pengeluaran terasa lebih cepat habis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Jujur mempengaruhi, kerasa banget uang cepat habis. Kalau tahun sebelumnya kayaknya enggak semasif ini. Tahun ini baru-baru kerasa banget uang cepat habis,” ungkapnya.

    Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali mengurangi frekuensi membeli kopi karena alasan keuangan. Saat kondisi keuangan sedang terbatas, ia memilih membeli menu yang lebih murah saat berkumpul bersama teman.

    “Kalau uang lagi pas-pasan ya tetap ikut nongkrong, tapi beli yang paling murah. Karena sebenarnya yang dicari itu kumpul sama teman-temannya,” jelasnya.

    Ramainya sejumlah kafe di Samarinda menunjukkan di tengah meningkatnya biaya hidup, masyarakat khususnya generasi muda masih menyisihkan sebagian pengeluarannya untuk kebutuhan hiburan dan gaya hidup, termasuk menikmati secangkir kopi bersama teman-teman.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026

    Mager dan Sembelit: Mengapa Aktivitas Fisik Sangat Menentukan Kelancaran Pencernaan?

    September 20, 2026

    Usia 30 Tahun, Idealnya Punya Tabungan Sebesar Gaji Setahun? Ini Patokan dan Cara Mengejarnya

    September 19, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026

    BIFF Siapkan Siswa SMK Kaltim Tampil di Melbourne

    September 10, 2026

    BIFF 2026 Hadirkan 400 Koleksi, Fashion Show Digelar Eksklusif di Odah Etam

    September 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mulai menelusuri laporan dugaan kelalaian medis yang melibatkan dokter spesialis…

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.