Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe
    Lifestyle

    Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe

    R’syaBy R’syaJuni 4, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Coffee shop tampak ramai pengunjung di tengah kebutuhan serba meningkat (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi ekonomi yang semakin menekan ternyata tidak serta-merta membuat anak muda, khususnya Gen Z menghentikan kebiasaan membeli kopi atau mengunjungi kafe. Bagi sebagian kalangan, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup bahkan dianggap sebagai kebutuhan sehari-hari.

    Mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) angkatan 2020 Febi mengatakan, kebiasaan mengonsumsi kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak anak muda saat ini.

    Karena itu, fluktuasi ekonomi belum sepenuhnya menghilangkan minat masyarakat untuk membeli kopi atau datang ke kafe.

    “Kopi itu kayak sudah jadi kebutuhan sekarang, bisa nge-boost mood entah nugas atau kerja. Bukan cuma mahasiswa atau orang yang kerja, anak sekolah juga sekarang sudah banyak yang ngopi. Jadi menurut aku kopi sudah dekat banget sama kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di Fore Coffee Samarinda, Kamis, 4 Juni 2026.

    Febi mengaku tidak terlalu sering mengunjungi kafe. Dalam sebulan, ia biasanya hanya datang ke kafe sekitar dua kali. Meski jarang nongkrong di kafe, Febi mengaku cukup rutin mengonsumsi kopi.

    Dalam seminggu, ia bisa membeli kopi sebanyak lima hingga enam kali namun lebih sering membeli kopi dengan harga terjangkau dibanding nongkrong di kafe premium.

    “Kalau ngopi bisa sering, tapi bukan yang mahal. Paling beli kopi susu sekitar Rp15 ribuan. Kalau ke tempat yang lebih pricey jarang, paling dua sampai tiga kali sebulan. Ini juga kebetulan lagi habis gajian,” tuturnya sambil tertawa.

    Febi yang juga bekerja sebagai personal trainer di salah satu pusat kebugaran di Samarinda dengan pendapatan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan menyebut mulai merasakan dampak kenaikan biaya hidup dalam beberapa waktu terakhir.

    Menurutnya, pengeluaran terasa lebih cepat habis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Jujur mempengaruhi, kerasa banget uang cepat habis. Kalau tahun sebelumnya kayaknya enggak semasif ini. Tahun ini baru-baru kerasa banget uang cepat habis,” ungkapnya.

    Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali mengurangi frekuensi membeli kopi karena alasan keuangan. Saat kondisi keuangan sedang terbatas, ia memilih membeli menu yang lebih murah saat berkumpul bersama teman.

    “Kalau uang lagi pas-pasan ya tetap ikut nongkrong, tapi beli yang paling murah. Karena sebenarnya yang dicari itu kumpul sama teman-temannya,” jelasnya.

    Ramainya sejumlah kafe di Samarinda menunjukkan di tengah meningkatnya biaya hidup, masyarakat khususnya generasi muda masih menyisihkan sebagian pengeluarannya untuk kebutuhan hiburan dan gaya hidup, termasuk menikmati secangkir kopi bersama teman-teman.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    5 Tanda Social Battery Habis, Kenali Bedanya dengan Antisosial

    Juli 11, 2026

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    Mobilitas Warga Samarinda Tersandera Minimnya Pilihan Transportasi Publik

    Juni 21, 2026

    Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak

    Juni 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.