Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    September 25, 2026

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Anak Muda Kini Jadi Kelompok Rentan Penyakit Gagal Ginjal Dibanding Lansia
    Kesehatan

    Anak Muda Kini Jadi Kelompok Rentan Penyakit Gagal Ginjal Dibanding Lansia

    IraBy IraJuni 4, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Deretan minuman manis cepat saji yang menjadi pavorit anak muda (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Gagal ginjal, kini tidak lagi identik dengan penyakit usia lanjut. Tren menunjukkan, semakin banyak kasus ditemukan pada kelompok usia produktif yang memiliki pola konsumsi minuman manis tinggi.

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang berbicara tentang biaya kesehatan yang ditanggung negara mengaku, meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gagal ginjal yang banyak diderita anak-anak berusia produktif.

    Penyakit ini menguras Rp13 triliun uang negara dan biaya yang ditanggung meningkat lebih dari 400 persen dalam enam tahun terakhir.

    Data BPJS Kesehatan periode 2019–2025 menunjukkan, penyakit ginjal menjadi penyumbang biaya katastropik terbesar dengan kenaikan pembiayaan lebih dari 400 persen.

    Angka tersebut jauh melampaui peningkatan biaya penyakit jantung dan stroke yang berada di kisaran 38–40 persen. Pada 2025, biaya penanganan gagal ginjal yang ditanggung BPJS Kesehatan mencapai Rp13 triliun.

    Ia menjelaskan, kebiasaan mengonsumsi minuman manis di kalangan anak-anak Indonesia menjadi sorotan serius.

    Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lebih dari 50 persen anak usia tiga hingga 14 tahun tercatat, mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. Menjadikannya kelompok dengan tingkat konsumsi tertinggi ,dibandingkan kelompok usia lainnya.

    Data SKI 2023 menunjukkan proporsi konsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari mencapai 51,4 persen pada anak usia 3–4 tahun, 53,0 persen pada usia 5–9 tahun, dan 50,7 persen pada usia 10–14 tahun.

    Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di level 47,5 persen.

    Menteri Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis. Secara berlebihan, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gagal ginjal.

    Satu gelas minuman manis cepat saji, dapat mengandung gula dalam jumlah tinggi. Bahkan mendekati atau melebihi batas konsumsi harian, yang dianjurkan. Karena itu, masyarakat, khususnya anak muda, diminta lebih bijak dalam memilih minuman demi mencegah risiko penyakit kronis di masa mendatang.

    Tingginya konsumsi minuman manis sejak usia dini menjadi sinyal perlunya edukasi dan perubahan pola hidup sehat agar generasi muda terhindar dari ancaman penyakit tidak menular yang semakin meningkat.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    IraSeptember 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran cadangan pangan pemerintah ke wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya…

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026
    1 2 3 … 3,363 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.