Insitekaltim, Samarinda – Di tengah padatnya aktivitas dan perkembangan teknologi digital, menjaga hubungan asmara menjadi tantangan tersendiri bagi banyak anak muda. Komunikasi yang baik dinilai menjadi salah satu kunci utama agar hubungan tetap berjalan sehat dan harmonis.
Salah satu remaja di Samarinda, Wawa mengaku menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR) dengan pasangannya yang tinggal di Bontang. Meski terpisah jarak, ia berusaha menjaga komunikasi setiap hari melalui telepon maupun video call.
“Aku kebetulan LDR. Setiap hari telepon atau video call. Jarang chat, biasanya lebih sering telepon,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia mengatakan, komunikasi menjadi fondasi penting dalam sebuah hubungan dan tidak sedikit hubungan yang berakhir karena pasangan gagal membangun komunikasi yang baik.
“Komunikasi penting banget karena namanya pacaran ya untuk komunikasi. Kadang orang komunikasinya buruk akhirnya hubungan enggak lanjut,” terangnya.
Wawa menambahkan, media sosial dan aplikasi pesan instan memang membantu pasangan yang terpisah jarak. Namun, tidak jarang komunikasi melalui teks justru memicu kesalahpahaman.
“Karena LDR, media sosial sangat berpengaruh. Kadang kalau cuma chat sering salah paham. Apalagi kalau mood lagi enggak bagus, chat dia yang sebenarnya biasa aja aku bacanya bisa nada marah,” ungkap gadis berusia 23 tahun itu.
Karena itu, ia dan pasangannya lebih memilih berkomunikasi melalui telepon atau video call agar emosi dan maksud pembicaraan dapat tersampaikan dengan lebih jelas. Selain komunikasi, Wawa menyebut hubungan yang sehat juga dibangun atas dasar kepercayaan. Baginya, seseorang harus mampu menghargai diri sendiri dan keluarganya sebelum membangun hubungan yang baik dengan pasangan.
Sementara itu, Ayu yang juga merupakan seorang remaja berusia 22 tahun berpendapat bahwa menjaga hubungan di tengah kesibukan bukan perkara mudah. Namun, komunikasi sederhana seperti saling memberi kabar tetap penting dilakukan agar pasangan merasa diperhatikan.
“Kalau lagi sibuk, paling tidak tetap ngabarin. Enggak harus ngobrol lama yang penting pasangan tahu kita lagi apa dan baik-baik saja,” jelasnya.
Ayu meyakini, perhatian dalam hubungan tidak selalu harus diwujudkan melalui kata-kata romantis. Sikap dan tindakan nyata justru sering kali lebih bermakna bagi pasangan.
“Kadang yang bikin nyaman itu bukan kata-katanya, tapi tindakannya. Saat kita butuh, dia ada dan menunjukkan perhatian lewat perbuatan,” tuturnya.
Meski memiliki cara berbeda dalam menjalani hubungan, keduanya sepakat bahwa komunikasi yang terbuka dan rasa saling percaya menjadi faktor penting untuk mempertahankan hubungan di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

