Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Ledakan Proyek Besar di Samarinda Dinilai Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Angka Pengangguran
    Politik

    Ledakan Proyek Besar di Samarinda Dinilai Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Angka Pengangguran

    SittiBy SittiMei 22, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar mengkritisi rendahnya serapan tenaga kerja lokal di tengah masifnya proyek pembangunan daerah (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Anhar mengkritik tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tepian yang masih berada di angka 5,75 persen pada tahun 2025.

    Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan besarnya perputaran anggaran dan proyek pembangunan di daerah.

    Meski APBD Samarinda pada tahun 2025 sekitar Rp5,1 triliun, kontribusi anggaran tersebut terhadap pergerakan ekonomi daerah dinilai belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.

    “Pengangguran terbuka kita masih lumayan tinggi. Padahal APBD kita sekitar Rp5,1 triliun, tapi sumbangsihnya terhadap pergerakan ekonomi sekitar 6 sampai 7 persen,” ujar Anhar, Rabu, 20 Mei 2026.

    Ia mempertanyakan masih tingginya angka pengangguran di tengah berbagai proyek pembangunan yang berjalan di Kota Samarinda. Banyak proyek besar yang tidak memberikan dampak langsung terhadap tenaga kerja lokal karena keterbatasan keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan konstruksi maupun sektor turunannya.

    “Program pembangunan itu banyak, ada tunnel, ada ini dan itu. Tapi serapan tenaga kerja kita tidak maksimal. Banyak pekerjaan yang justru dikerjakan oleh tenaga kerja dari luar daerah,” katanya.

    Sejumlah proyek infrastruktur besar yang dinilainya lebih banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah, sementara masyarakat lokal hanya memperoleh porsi kecil dalam proses pembangunan.

    “Bangun tunnel nilainya ratusan miliar tapi tenaga kerja dan material banyak dari luar. Jadi uangnya tidak banyak berputar di Samarinda,” ujarnya.

    Dampak ekonomi jangka panjang dari kondisi tersebut, termasuk perbedaan pendapatan per kapita antara Samarinda dan daerah lain seperti Balikpapan, hal itu menunjukkan adanya ketimpangan dalam struktur ekonomi daerah.

    “Pendapatan per kapita kita sekitar Rp85 juta per tahun, sementara Balikpapan bisa Rp222 juta. Itu artinya pendapatan pekerja kita masih di kisaran Rp6 sampai Rp7 juta per bulan, jauh di bawah daerah lain,” jelasnya.

    Sementara itu, ia menilai Balikpapan mampu mendorong pendapatan lebih tinggi karena struktur ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal dalam berbagai sektor industri dan jasa.

    Anhar menegaskan, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pembangunan agar lebih berpihak pada tenaga kerja lokal dan sektor usaha dalam daerah.

    “Yang harus dibenahi adalah bagaimana pembangunan ini benar-benar menyerap tenaga kerja lokal, bukan hanya jadi proyek fisik yang uangnya berputar di luar,” tegasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    Juli 21, 2026

    PDIP Tetap Dorong Hak Angket, Samsun: Kalau Rugikan Rakyat Harus Dijalankan

    Juli 20, 2026

    Data Partai Politik di Kaltim Dimutakhirkan, KPU Mulai Validasi Berkelanjutan

    Juli 19, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Mandek, Pengamat: Diduga Sengaja Diulur hingga Publik Lelah

    Juli 18, 2026

    IKN Dikebut Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Evaluasi Seluruh Proyek Strategis

    Juli 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    SittiJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Harapan warga Muara Kaman agar Jembatan Mahakam Kudungga segera dibangun kembali berbenturan…

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026

    Rudy Mas’ud: Sengketa SMAN 10 Usai, Kini Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Juli 22, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,231 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.