Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    July 25, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Pengangguran Perempuan di Kaltim Tinggi, Syahariah Dorong Lapangan Kerja Lebih Inklusif
    Kaltim

    Pengangguran Perempuan di Kaltim Tinggi, Syahariah Dorong Lapangan Kerja Lebih Inklusif

    SittiBy SittiMay 19, 2026Updated:July 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas'ud menilai perempuanKaltim perlu mendapat ruang kerja lebih besar agar lebih mandiri secara ekonomi (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud menyoroti tingginya tingkat pengangguran perempuan di Kaltim sepanjang 2025.

    Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan kerja yang inklusif, khususnya bagi perempuan.

    Dalam lapoean LKPJ DPRD Kaltim, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kaltim berada pada angka 5,20 persen. Meski secara umum terlihat stabil, kondisi ketenagakerjaan di lapangan dinilai masih memerlukan perhatian serius.

    Pertumbuhan kesempatan kerja sepanjang tahun lalu hanya bertambah sekitar 1.635 orang, sementara jumlah pengangguran justru meningkat 393 orang.

    Situasi itu menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru.

    Yang menjadi perhatian khusus adalah tingkat pengangguran perempuan yang mencapai 7,30 persen atau naik 2,17 poin. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tingkat pengangguran laki-laki di Kaltim.

    “Saya sangat setuju kalau perempuan-perempuan itu harus dinomorsatukan, khususnya perempuan-perempuan Kaltim,” ujar Syahariah usai rapat paripurna ke-9 DPRD Kaltim, Senin, 18 Mei 2026.

    Tingginya angka pengangguran perempuan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berpihak pada pemberdayaan perempuan.

    Ia berharap perempuan di Kaltim tetap aktif dan mandiri secara ekonomi, meski telah berkeluarga dan memiliki suami yang bekerja.

    “Kami sangat berharap agar perempuan-perempuan kita ini jangan menganggur. Walaupun dia punya keluarga, tetap dia bekerja, tetap dia semangat,” katanya.

    Perempuan memiliki kemampuan dan kualitas kerja yang tidak kalah dibanding laki-laki. Bahkan, ia mengaku lebih banyak merekrut pekerja perempuan karena dinilai memiliki etos kerja yang baik.

    “Perusahaan kami itu ada ribuan yang sudah kami pekerjakan. Lebih banyak perempuan dibanding laki-laki. Karena kami sangat menghargai perempuan,” ungkapnya.

    Dukungannya terhadap peningkatan partisipasi perempuan di dunia kerja bukan untuk mendiskreditkan laki-laki, melainkan mendorong perempuan agar lebih mandiri dan memiliki daya saing ekonomi.

    “Perempuan tidak kalah bagus kerjanya dibandingkan laki-laki. Saya tidak mengucilkan laki-laki, tetapi saya selaku perempuan dan seorang ibu berharap ibu-ibu Kaltim jangan menganggur tapi bekerja,” tegasnya.

    Kemandirian ekonomi perempuan juga penting dalam menjaga stabilitas rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    “Selagi kuat, walaupun punya suami sehebat apa pun, perempuan harus bekerja. Jangan mengharap suami,” katanya.

    Oleh karena itu, Syahariah mendorong pemerintah daerah agar lebih serius membuka lapangan kerja yang ramah dan inklusif bagi perempuan, sekaligus memperkuat kebijakan ketenagakerjaan yang mampu menjawab ketimpangan gender di sektor pekerjaan di Bumi Etam.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    BMKG Catat 78 Titik Panas di Kaltim, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

    July 19, 2026

    Kaltim Bidik Pertahankan Juara Umum MTQN, LPTQ Tekankan Pembinaan Berbasis Pengabdian

    July 14, 2026

    Produksi Ikan Kaltim Meningkat, DKP Pastikan Pasok Bahan Baku MBG Aman

    July 13, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    June 29, 2026

    Supervisi DPRD Kaltim Temukan Dugaan Pengelolaan Limbah PT PSB Tak Sesuai Dokumen Lingkungan

    June 29, 2026

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    June 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    R’syaJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kemudahan membagikan berbagai momen kehidupan melalui media sosial, sebagian anak…

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,239 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.