Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Agustus 8, 2026

    Teras Samarinda Tahap II Ditarget Buka 1 September, Pemkot Siapkan Pengelolaan Kawasan

    Agustus 8, 2026

    3.000 Bendera Merah Putih Kaltim Siap Dibagikan, Sasar Pelajar hingga Komunitas

    Agustus 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Pemerataan Jadi Tantangan Baru Gratispol dan Jospol di Kaltim
    Kaltim

    Pemerataan Jadi Tantangan Baru Gratispol dan Jospol di Kaltim

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 2, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri forum Musrenbang RKPD 2027 (Ist/Humas Pemprov)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dihadapkan pada tantangan baru dalam memastikan pemerataan manfaat program unggulannya, Gratispol dan Jospol, meski keduanya mulai menunjukkan dampak nyata di sejumlah daerah.

    Dalam forum Musrenbang Rencana Kerja Panjang Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Pendopo Lamin Etam, Kamis, 30 April 2026, sejumlah kepala daerah mengakui bahwa program tersebut telah membawa perubahan, terutama dalam membuka akses pendidikan. Namun, mereka juga menekankan bahwa langkah lanjutan perlu segera dilakukan agar dampaknya tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

    Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan, peningkatan akses pendidikan tinggi menjadi salah satu indikator keberhasilan awal. Menurutnya, kehadiran Gratispol telah mendorong lebih banyak masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

    “Angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Bontang meningkat. Ini menunjukkan program ini berjalan dan dirasakan,” ujarnya.

    Capaian tersebut selaras dengan data tingkat provinsi, di mana angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Kaltim telah menembus 40,44 persen. Meski demikian, Neni mengingatkan bahwa peningkatan pendidikan formal harus diimbangi dengan penguatan keterampilan kerja.

    Ia menilai, sektor pelatihan vokasi masih perlu perhatian lebih, khususnya melalui penguatan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI). Menurutnya, pelatihan tenaga kerja seperti las bawah air memiliki peluang besar di kota industri seperti Bontang.

    Pandangan serupa juga disampaikan Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari. Ia mengakui bahwa sejak mulai diterapkan pada 2025, Gratispol dan Jospol telah memberi dampak langsung bagi masyarakat. Namun, ia berharap distribusi manfaat program dapat lebih merata hingga ke seluruh wilayah.

    “Program ini sudah dirasakan masyarakat, tapi pemerataan tetap harus jadi perhatian,” katanya.

    Sementara itu, dari wilayah perbatasan, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk menyoroti, pentingnya komitmen pemerintah provinsi dalam pembangunan infrastruktur. Ia menyebut, perhatian terhadap daerahnya mulai meningkat, namun realisasi proyek strategis tetap menjadi harapan utama masyarakat.

    Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pemerintah provinsi tidak hanya fokus pada implementasi program sosial, tetapi juga pembangunan infrastruktur penunjang. Salah satunya adalah ruas jalan Tering–Ujoh Bilang yang ditargetkan rampung pada 2027.

    “Ini komitmen kami, pembangunan harus dirasakan merata,” tegasnya.

    Selain pemerintah daerah, kalangan perguruan tinggi juga mulai merasakan dampak dari program Gratispol, terutama dalam peningkatan akses mahasiswa terhadap pendidikan tinggi.

    Dengan berbagai capaian yang mulai terlihat, Pemprov Kaltim kini menghadapi pekerjaan lanjutan, yakni memastikan bahwa manfaat Gratispol dan Jospol tidak hanya dirasakan sebagian wilayah, tetapi benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    BMKG Catat 78 Titik Panas di Kaltim, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

    Juli 19, 2026

    Kaltim Bidik Pertahankan Juara Umum MTQN, LPTQ Tekankan Pembinaan Berbasis Pengabdian

    Juli 14, 2026

    Produksi Ikan Kaltim Meningkat, DKP Pastikan Pasok Bahan Baku MBG Aman

    Juli 13, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026

    Supervisi DPRD Kaltim Temukan Dugaan Pengelolaan Limbah PT PSB Tak Sesuai Dokumen Lingkungan

    Juni 29, 2026

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Andika SaputraAgustus 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda memperpanjang masa kerja Panitia Khusus…

    Teras Samarinda Tahap II Ditarget Buka 1 September, Pemkot Siapkan Pengelolaan Kawasan

    Agustus 8, 2026

    3.000 Bendera Merah Putih Kaltim Siap Dibagikan, Sasar Pelajar hingga Komunitas

    Agustus 7, 2026

    14 Cabor Masih Diverifikasi, Rasman: Anggaran Harus Sesuai Kebutuhan

    Agustus 7, 2026

    Inflasi Kaltim Juli 2026 Capai 3,31 Persen, Samarinda Tertinggi di Antara Daerah Cakupan IHK

    Agustus 7, 2026
    1 2 3 … 3,265 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.