Insitekaltim, Samarinda – Upaya pemberantasan narkotika di Kota Samarinda kembali diperlihatkan melalui pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus oleh Polresta Samarinda, Kamis 30 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lobi Mako Polresta Samarinda tersebut dipimpin langsung oleh Hendri Umar Selaku Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Kota Samarinda, sebagai bentuk komitmen aparat kepolisian dalam menekan peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

Kapolresta menyampaikan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari pengungkapan 11 laporan polisi dengan total 13 tersangka yang diamankan selama periode Januari hingga Maret 2026.
“Ini menjadi bukti bahwa kami serius dalam memberantas peredaran narkotika. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkoba di Samarinda,” tegasnya dalam konferensi pers, Kamis 30 April 2026.
Langkah pemusnahan ini tidak hanya sebagai bagian dari proses hukum, tetapi juga sebagai pesan tegas kepada para pelaku bahwa aparat akan terus melakukan penindakan tanpa kompromi
Adapun barang bukti yang dimusnahkan meliputi sabu dengan berat sekitar 2,9 kilogram, ganja kering sekitar 2,2 kilogram, serta ratusan butir ekstasi.
Proses pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan metode pelarutan, dan pembakaran sesuai prosedur yang berlaku, disaksikan oleh berbagai pihak terkait.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri Samarinda dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda serta jajaran internal kepolisian.
Kapolresta menegaskan keterbukaan dalam proses ini merupakan bagian dari akuntabilitas kepada publik.
“Pemusnahan ini juga bentuk transparansi kami kepada masyarakat, bahwa setiap barang bukti yang disita diproses sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh seluruh pihak yang terlibat sebagai bentuk legalitas bahwa barang bukti telah dimusnahkan sesuai prosedur.

