Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    Agustus 8, 2026

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026

    Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Tak Temui Massa Aksi, Gubernur Kaltim Pilih Dialog Tertutup Demi Keamanan dan Substansi
    Kaltim

    Tak Temui Massa Aksi, Gubernur Kaltim Pilih Dialog Tertutup Demi Keamanan dan Substansi

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 23, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat berdiskusi dengan para Wartawan (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Keputusan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, yang tidak menemui langsung massa aksi pada demonstrasi 21 April 2026 akhirnya mendapat penjelasan.

    Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi lapangan yang dinilai kurang kondusif, serta perlunya penyampaian aspirasi dilakukan secara lebih efektif.

    Ia menjelaskan, putusan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada pertimbangan keamanan serta efektivitas dalam menyerap aspirasi masyarakat.

    Menurutnya, sejak awal tuntutan massa lebih diarahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Bahkan, pemerintah provinsi tidak menerima permintaan resmi untuk melakukan pertemuan langsung di lokasi aksi.

    “Dari awal sudah disampaikan bahwa tujuan utama aksi ke DPRD. Di Kantor Gubernur tidak ada permintaan resmi untuk bertemu,” ujarnya, Kamis 23 April 2026 malam.

    Meski tidak menemui massa secara langsung, Rudy memastikan pemerintah tetap membuka ruang dialog. Ia bahkan telah menawarkan audiensi dengan perwakilan massa, namun dalam suasana yang lebih kondusif.

    “Kami siap berdialog tapi tidak di tengah kerumunan. Pertimbangannya soal keamanan dan agar pembahasan lebih fokus serta konstruktif,” jelasnya.

    Ia menilai dialog yang efektif harus dilakukan dengan data yang jelas, bukan dalam situasi yang emosional atau spontan di lapangan.

    “Saya tidak bisa berbicara tanpa data. Semua tuntutan harus dibahas secara terbuka dan terukur,” tegasnya.

    Tawaran dialog tersebut sempat disampaikan pada sore hari. Namun, tidak menemukan titik temu karena massa menginginkan pertemuan dilakukan langsung di lokasi aksi.

    “Sekitar pukul 17.30 kami tawarkan dialog, tapi diminta di tengah massa. Itu yang tidak memungkinkan,” ungkapnya.

    Selain itu, situasi di lapangan juga disebut mulai memanas menjelang malam. Rudy mengaku sempat menyaksikan adanya aksi pelemparan terhadap aparat keamanan setelah sebagian massa membubarkan diri.

    “Ada pelemparan botol, plastik, bahkan batu ke arah aparat. Kondisi seperti ini tentu tidak kondusif,” katanya.

    Situasi tersebut semakin memperkuat keputusan pemerintah untuk tidak mengambil risiko melakukan pertemuan di tengah kerumunan massa.

    Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari kontrol sosial dalam pembangunan daerah.

    “Kami mendengar semua aspirasi. Justru kami ingin masyarakat ikut mengawal kebijakan agar tetap berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

    Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan membangun sinergi demi kemajuan Kaltim.

    “Jangan biarkan pemerintah berjalan sendiri. Peran masyarakat sangat penting dalam memastikan arah pembangunan tetap sesuai harapan bersama,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    BMKG Catat 78 Titik Panas di Kaltim, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

    Juli 19, 2026

    Kaltim Bidik Pertahankan Juara Umum MTQN, LPTQ Tekankan Pembinaan Berbasis Pengabdian

    Juli 14, 2026

    Produksi Ikan Kaltim Meningkat, DKP Pastikan Pasok Bahan Baku MBG Aman

    Juli 13, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026

    Supervisi DPRD Kaltim Temukan Dugaan Pengelolaan Limbah PT PSB Tak Sesuai Dokumen Lingkungan

    Juni 29, 2026

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    R’syaAgustus 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026

    Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun

    Agustus 8, 2026

    Tak Harus Serba Merah-Putih, Begini Cara Tampil Stylish Saat 17-an

    Agustus 8, 2026

    Andi Harun Dorong Pilkada Samarinda Tanpa Politik Uang, Utamakan Kualitas dan Integritas

    Agustus 8, 2026
    1 2 3 … 3,266 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.